PLN UID Sumatera Barat bersama TNI dan Polri dikerahkan untuk mempercepat perbaikan jaringan yang terdampak.
Sejak hari pertama bencana, petugas PLN, prajurit TNI, dan personel Polri turun langsung ke lapangan.
Mereka menghadapi medan berat, termasuk jalur berlumpur dan lokasi yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Kolaborasi ini mencakup pengangkatan tiang listrik yang tumbang, penarikan kabel, serta pengamanan area kerja agar tetap kondusif.
Ketika alat berat belum dapat mencapai titik kerusakan, tim gabungan menggunakan peralatan manual untuk menegakkan tiang listrik dan memperbaiki jaringan yang terputus.
Cuaca yang masih tidak stabil menjadi tantangan tambahan selama proses pemulihan.
General Manager PLN UID Sumatera Barat menyampaikan apresiasi terhadap dukungan TNI dan Polri dalam pemulihan layanan.
“Dengan dukungan penuh TNI dan Polri, setiap langkah pemulihan terasa lebih ringan,” ujarnya.
Perwakilan TNI–Polri menegaskan bahwa bantuan akan terus diberikan hingga seluruh wilayah kembali memperoleh suplai listrik yang stabil dan aman.
“Bersama PLN, kami bergerak untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Sumbar,” katanya.
Pemulihan diprioritaskan pada fasilitas vital seperti puskesmas, posko pengungsian, dan permukiman warga.
Baca Juga: Jangan Tunggu Panic Buying
PLN UID Sumbar juga menambah personel dari unit terdekat, mengoperasikan genset bergerak, menyiapkan material cadangan, dan melakukan pemantauan 24 jam selama masa tanggap darurat.
PLN menargetkan pemulihan sistem kelistrikan Sumatera Barat hingga 100% agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*)
Editor : Hendra Efison