Kunjungan ini berfokus pada percepatan evakuasi, identifikasi korban, dan penguatan keamanan warga terdampak.
Peninjauan dimulai di RS Bhayangkara Padang, tempat tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi puluhan jenazah korban banjir bandang dan longsor. Banyak korban yang kondisinya tidak lagi dapat dikenali secara visual.
Wakapolri menegaskan pentingnya kecepatan proses identifikasi. “Dengan bantuan tes DNA, kami upayakan hasil keluar dalam tiga hari sehingga jenazah bisa segera diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Ia menyampaikan masa tanggap darurat telah memasuki hari ke-10 dan menyebut periode tersebut sebagai masa krusial.
Fokus utama ialah evakuasi korban serta perlindungan keselamatan warga di wilayah terdampak.
Usai meninjau rumah sakit, Wakapolri menuju SDN 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, salah satu posko bantuan dan pengungsian.
Ia mengingatkan potensi kerawanan keamanan apabila warga mengungsi dalam waktu lama.
“Polri bersama TNI telah memperkuat pengamanan. Patroli gabungan kami lakukan untuk memastikan situasi kondusif,” katanya.
Pengamanan tambahan juga telah disiagakan di wilayah rawan. Instruksi Kapolri diberikan untuk memperkuat beberapa daerah seperti Kabupaten Agam melalui patroli gabungan.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri meninjau distribusi bantuan logistik. Jalur darat yang mulai pulih kini didukung helikopter berkapasitas 650 kilogram untuk menjangkau lokasi terisolasi.
Prioritas distribusi diarahkan ke Sumbar, Aceh, dan wilayah lain yang terdampak parah.
Ia menambahkan bahwa evaluasi penggunaan helikopter berkapasitas besar tengah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas bantuan udara pada wilayah sulit dijangkau.
Terkait banyaknya gelondongan kayu terbawa arus, Wakapolri menyatakan Bareskrim Polri telah menurunkan tim investigasi untuk menelusuri asal-usul material tersebut.
“Jika ditemukan pelanggaran hukum, akan diproses sesuai aturan,” tegasnya.
Wakapolri kembali menekankan bahwa percepatan evakuasi korban, identifikasi jenazah, dan penguatan keamanan merupakan prioritas.
Polri bekerja bersama pemerintah daerah dan relawan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.(CR1)
Editor : Hendra Efison