Bantuan ini diberikan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur air minum yang rusak akibat banjir bandang dan longsor, termasuk kerusakan pada intake serta jaringan pipa transmisi dan distribusi.
PDAM Padang menyampaikan bahwa bantuan tersebut meliputi 1.600 meter pipa HDPE untuk pemulihan jaringan distribusi dan transmisi yang terputus, alat berat untuk membuka akses menuju lokasi pekerjaan dan mempercepat perbaikan intake, dukungan teknis serta intervensi rehabilitasi area intake dari BWS, serta fasilitas hidran umum dan truk tangki air guna menjamin distribusi air bersih selama proses pemulihan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, pascabencana akhir November lalu, pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang 90 persen lumpuh.
Banjir bandang mengakibatkan kerusakan besar, termasuk putusnya pipa transmisi dan sulitnya akses menuju infrastruktur yang terdampak.
"Hari ini pelayanan mulai pulih mencapai 77 persen. Sebanyak 129 ribu pelanggan yang terdampak kini tersisa sekitar 35 ribu yang belum teraliri air kembali. Namun recovery terus dikebut sampai benar-benar pulih," katanya.
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, yang sejak awal mengawal upaya pemulihan infrastruktur dasar di Sumatera Barat, mengapresiasi langkah cepat Kementerian PUPR dan seluruh mitra kerja.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak setelah bencana. Bantuan pipa HDPE, alat berat, dukungan BWS, hidran umum, dan truk tangki sangat penting untuk mempercepat pemulihan layanan PDAM bagi masyarakat,” ujar Zigo Rolanda.
Ia menegaskan bahwa Komisi V DPR RI akan terus memastikan dukungan pemerintah pusat berjalan optimal, terutama dalam penanganan kerusakan intake dan jaringan air minum.
“Kerusakan yang terjadi sangat besar. Karena itu intervensi pemerintah pusat harus diperkuat agar pemulihan berlangsung cepat dan menyeluruh,” tambahnya.
Zigo juga menekankan perlunya pembaruan data kerusakan secara berkala agar langkah penanganan lanjutan dapat dilakukan lebih efektif.
PDAM Kota Padang melaporkan bahwa hidran umum dan truk tangki kini ditempatkan di sejumlah titik prioritas untuk menjamin suplai air bersih bagi warga selama masa perbaikan.
"Koordinasi antara PDAM, BPPW, BWS, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan lancar," ingat Zigo.(*)
Editor : Heri Sugiarto