Bencana hidrometeorologi tersebut tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan dampak sosial dan emosional bagi keluarga terdampak.
Nevi menegaskan pentingnya kehadiran negara dan pemangku kepentingan sejak hari-hari pertama. “Bencana datang tanpa kita duga, namun kepedulian harus selalu berada di depan. Saya mengucapkan duka mendalam kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarga, rumah, dan mata pencaharian. Melalui PKS Pasaman Barat, kami berusaha memastikan bantuan dapat segera menjangkau warga yang paling membutuhkan,” ujar Nevi.
Bentuk Bantuan dan Aksi Lapangan
Bantuan yang disalurkan terdiri dari bahan makanan, selimut, perlengkapan bayi, air bersih, serta kebutuhan darurat lain yang dibutuhkan pengungsi. Relawan PKS di lapangan bergerak dari rumah ke rumah serta posko pengungsian untuk memastikan setiap keluarga memperoleh bantuan dan pendampingan.
Selain membawa logistik, relawan juga memberikan dukungan moral kepada warga yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan.
Koordinasi Pemulihan dan Mitigasi
Nevi menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta unsur masyarakat lainnya agar proses pemulihan berlangsung cepat dan tepat sasaran. Ia menilai bahwa mitigasi dan perbaikan lingkungan harus menjadi agenda bersama untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
“Kita adalah satu keluarga besar. Ketika satu daerah terluka, seluruh Sumbar merasakannya. Insya Allah, dengan kebersamaan dan kerja yang ikhlas, masyarakat akan segera bangkit,” tutup Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto