Kapal tersebut membawa sekitar 250 ton logistik atau 21 truk bantuan untuk masyarakat terdampak banjir bandang dan lahar dingin di Sumatera Barat.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dr. Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana cepat yang dipimpin Menteri Pertanian tiga hingga empat hari sebelumnya.
Total dana yang terkumpul mencapai Rp75,85 miliar dan dibagi untuk tiga provinsi terdampak, termasuk Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, bantuan tahap awal ini mencakup 64 jenis produk, mulai dari sembako, perlengkapan wanita, perlengkapan bayi, susu, hingga makanan ringan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyambut bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Kementan serta Bapanas.
Ia menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian menjadi prioritas, mengingat sekitar 25.000 hektare lahan pertanian—terdiri atas sawah, ladang kering, kebun, dan kolam—mengalami kerusakan akibat bencana.
Mahyeldi meminta dukungan alat berat kepada Kementan untuk percepatan rehabilitasi lahan.
Menurutnya, pemulihan segera dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pangan dan inflasi menjelang bulan puasa dan Idulfitri.
Ia menargetkan lahan terdampak dapat kembali ditanami pada akhir Desember, sehingga hasil panen dapat dipetik pada Maret.
Pemerintah daerah juga memastikan kesiapan benih dan pupuk untuk mempercepat proses tanam.
Pemulihan sektor pertanian ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan Sumatera Barat yang selama ini menjadi salah satu daerah penyangga pasokan pangan di wilayah sekitar.(CR3)
Editor : Hendra Efison