Bantuan disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “BNI Berbagi” ke sejumlah wilayah paling terdampak, terutama Kabupaten Agam dan Tanahdatar.
Regional CEO BNI Wilayah 02, Khairul Salam, menyatakan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung masyarakat pada kondisi krisis.
Ia menegaskan bahwa BNI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berkewajiban memberikan bantuan saat bencana terjadi.
BNI Wilayah 02 mengerahkan tim untuk turun langsung ke lapangan guna memetakan kebutuhan mendesak warga.
Tim berkoordinasi dengan pemerintah daerah, camat, wali nagari, serta posko tanggap darurat untuk memastikan distribusi bantuan dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.
Bantuan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti beras, mie instan, telur, minyak goreng, air mineral, popok bayi, dan popok dewasa.
Seluruh paket disesuaikan dengan kebutuhan warga pada fase tanggap darurat guna memastikan ketersediaan pangan, air bersih, dan kebutuhan harian.
“Paket bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak dan dinilai paling mendesak pada tahap awal pascabencana,” ujar Khairul.
Khairul Salam menyampaikan bahwa BNI Wilayah 02 juga akan terus memantau perkembangan kondisi di daerah terdampak.
Dukungan tambahan akan diberikan apabila situasi membutuhkan penanganan lanjutan.
Selain bantuan darurat, BNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membuka peluang dukungan jangka panjang, termasuk pada sektor sosial dan ekonomi, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana.(*)