Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,6 kilometer dari lokasi terakhir terlihat.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyatakan korban ditemukan pada koordinat 0°47'31.9"S 100°18'31.4"T atau sekitar 2,6 kilometer dari Last Known Position (LKP).
“Korban atas nama Isan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 2,6 kilometer dari LKP,” kata Hendri, Minggu malam.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 15.40 WIB. Saat itu, Isan, warga Batanganai, mandi bersama teman-temannya di Sungai Batanganai. Sekitar 10 menit kemudian, korban dilaporkan hanyut terseret arus sungai yang deras.
Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, namun korban belum ditemukan. Informasi kejadian diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada pukul 16.05 WIB dari anggota DPRD Padangpariaman, Syahrul Usman.
Operasi SAR dilanjutkan hingga hari ketiga pada Minggu (14/12/2025) sejak pukul 07.00 WIB. Tim pencarian dibagi menjadi tiga regu dengan metode penyisiran sungai dan darat.
Tim pertama melakukan pencarian dari LKP hingga sejauh 3 kilometer menggunakan perahu karet.
Tim kedua menyisir alur sungai hingga muara dengan jarak sekitar 6 kilometer. Tim ketiga melakukan penyisiran darat dari LKP menuju titik pencarian utama.
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 18.10 WIB melalui penyisiran sungai dengan bantuan alat deteksi bawah air Aqua Eye.
Setelah ditemukan, jenazah segera dievakuasi ke Puskesmas Batanganai untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi SAR diusulkan ditutup pada pukul 18.33 WIB setelah proses debriefing. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebanyak 49 personel terlibat dalam operasi tersebut, terdiri dari Basarnas Padang, Pol Airud, Babinsa, unsur nagari, dan masyarakat. Proses pencarian sempat terkendala cuaca hujan dengan kecepatan angin mencapai 8 knot.(cc1)
Editor : Hendra Efison