Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Arsitektur Ikonik Tanpa Kubah, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Padang Jadi Magnet Wisata Pascagalodo

Mengki Kurniawan • Rabu, 17 Desember 2025 | 10:55 WIB

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Padang ramai dikunjungi wisatawan pascagalodo, menjadi alternatif wisata religi saat objek alam terdampak bencana.
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Padang ramai dikunjungi wisatawan pascagalodo, menjadi alternatif wisata religi saat objek alam terdampak bencana.
PADEK.JAWAPOS.COM—Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Kota Padang pascabencana galodo atau banjir bandang yang terjadi akhir bulan lalu.

Di tengah rusaknya sejumlah objek wisata alam, wisata religi dinilai menjadi alternatif utama bagi pengunjung, Minggu (14/12/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan lonjakan kunjungan ke masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman tersebut.

Pengunjung tidak hanya berasal dari wisatawan lokal dan luar daerah, tetapi juga keluarga wisudawan dari salah satu perguruan tinggi di Padang yang memanfaatkan waktu luang usai acara kelulusan.

Akses yang mudah dan lokasi strategis di pusat kota menjadi salah satu alasan masjid ini dipilih. Sejumlah objek wisata alam di Padang saat ini masih sulit diakses atau mengalami kerusakan akibat galodo.

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi resmi menggunakan nama tersebut sejak 7 Juli 2024.

Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, ulama asal Minangkabau yang pernah menjadi Imam Besar dan Khatib di Masjidil Haram, Makkah.

Masjid berkapasitas sekitar 20.000 jemaah ini dikenal dengan desain arsitekturnya yang khas dan telah meraih penghargaan internasional.

Bangunan masjid tidak menggunakan kubah, melainkan berbentuk persegi dengan empat sudut runcing yang terinspirasi dari kisah pemindahan Hajar Aswad.

Empat sudut tersebut juga merepresentasikan falsafah Minangkabau, Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Salah seorang wisatawan asal luar kota, Abdul Amir (55), mengatakan Masjid Raya menjadi pilihan utama keluarganya selama berada di Padang untuk menghadiri wisuda anaknya.

“Kami memilih ke sini karena suasananya nyaman, bisa beribadah, dan lokasinya dekat pusat kota. Dengan kondisi wisata alam yang banyak terdampak galodo, masjid ini jadi pilihan,” ujarnya.

Baca Juga: Biaya Bibit Tinggi dan Cuaca Hujan Tekan Petani Bawang Merah, Harga Jual Masih Fluktuatif

Selain arsitektur, fasilitas pendukung turut menarik minat pengunjung. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 7,5 hektare ini memiliki area parkir luas yang dapat menampung hingga 600 kendaraan roda empat. Di kawasan masjid juga tersedia kantin, kursi pijat, serta taman bermain anak.

Pengunjung lain, Herwina (37), mengapresiasi keberadaan fasilitas ramah anak di lingkungan masjid.

“Anak-anak bisa bermain, jadi kami lebih tenang beribadah. Fasilitas seperti ini jarang ditemui,” katanya.

Keramaian pengunjung juga terlihat dari aktivitas berfoto di sejumlah sudut masjid, terutama oleh para wisudawan.

Cantika Putri Haris (22), mahasiswi yang baru diwisuda, menyebut masjid ini menjadi lokasi favorit untuk mengabadikan momen kelulusan.

“Arsitekturnya unik dan bagus untuk foto. Banyak spot menarik,” ujarnya.

Dengan ruang salat utama tanpa tiang penyangga, interior marmer putih, karpet hadiah dari pemerintah Turki, serta struktur bangunan tahan gempa, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon wisata religi dan budaya di Kota Padang. (CR3)

Editor : Hendra Efison
#galodo Padang #Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi #Arsitektur Ikonik Tanpa Kubah #wisata religi Padang #destinasi wisata sumbar