Dalam kunjungan tersebut, Fadly Zon didampingi jajaran Kementerian Kebudayaan, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumbar Nurmatias, serta Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.
Ia menyerahkan bantuan secara simbolis berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya untuk warga terdampak banjir. Bantuan diterima oleh Camat Pauh, Titin Masfetrin.
Fadly Zon menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan Balai Pelestarian Kebudayaan yang melibatkan berbagai unsur dan disalurkan ke tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
“Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, relawan, hingga pihak swasta menunjukkan semangat gotong royong yang sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana,” ujar Fadly Zon.
Selain meninjau permukiman warga, Menteri Kebudayaan juga melihat kondisi sejumlah situs dan pelaku kebudayaan yang terdampak banjir di Sumatera Barat.
Ia menyebutkan, relawan budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas kebudayaan di wilayah terdampak bencana.
“Kami melihat kawasan-kawasan budaya yang terdampak. Relawan budaya telah berperan aktif dan ini menjadi bagian dari proses pemulihan. Selanjutnya akan dilakukan penilaian untuk menentukan langkah intervensi,” katanya.
Fadly Zon menegaskan, saat ini pemerintah masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak sebagai bagian dari tahap awal pemulihan pascabencana.
Berdasarkan data penyaluran bantuan, paket logistik yang diserahkan kepada warga terdampak bencana di kawasan Batu Busuk terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.
Rinciannya meliputi beras sebanyak 50 karung, air mineral 600 ml sebanyak 20 dus, serta minyak goreng kemasan 1 liter sebanyak 40 dus. Selain itu, disalurkan pula rice cooker sebanyak 40 unit.
Untuk kebutuhan sandang, bantuan mencakup handuk 36 potong, mukena 37 potong, sajadah 80 lembar, dan kain sarung 40 potong.
Sementara untuk perlengkapan dasar hunian dan dapur, bantuan yang diberikan antara lain selimut 40 lembar, alas kasur 30 lembar, kuali 30 unit, spatula (sutil) 30 unit, serta sendok gulai 30 unit.
Seluruh bantuan tersebut disalurkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal.(*)
Editor : Hendra Efison