Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kabupaten Solok Produsen Bawang Merah Terbesar Kedua Nasional, Petani Garap Lahan Dataran Tinggi Alahan Panjang

Dila Kartika Sari • Kamis, 25 Desember 2025 | 10:42 WIB

Kabupaten Solok produsen bawang merah terbesar kedua nasional, Nofrins kembangkan lahan di Alahan Panjang. (Foto: Dila Kartika/Padeks)
Kabupaten Solok produsen bawang merah terbesar kedua nasional, Nofrins kembangkan lahan di Alahan Panjang. (Foto: Dila Kartika/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tercatat sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2023.

Produksi bawang merah Kabupaten Solok mencapai sekitar 216.000 ton per tahun, yang sebagian besar berasal dari tiga kecamatan sentra produksi.

Untuk kategori bawang merah dataran tinggi, Kabupaten Solok menempati posisi pertama secara nasional.

Sementara itu, produksi bawang merah terbesar secara nasional masih dipegang Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan sekitar 295.000 ton per tahun yang didominasi bawang merah dataran rendah.

Potensi hortikultura tersebut mendorong Yulnofrins Napilus atau Nofrins terjun ke sektor pertanian bawang merah di Kabupaten Solok.

Saat ini, Nofrins mengelola sekitar enam hektare lahan bawang merah di kawasan Rimbo Tinggi, Alahan Panjang, yang berada tidak jauh dari kawasan wisata Danau Kembar.

Nofrins menyebut telah menekuni budidaya bawang merah selama sekitar satu tahun terakhir dan tengah bersiap memasuki panen kedua.

“Persiapannya memang lama. Sekarang ini baru bersiap menuju panen kedua,” ujar Nofrins, Kamis (25/12/2025).

Menurutnya, kondisi tanah dan iklim dataran tinggi Alahan Panjang mendukung pengembangan komoditas hortikultura, termasuk bawang merah.

Kedekatan lahan pertanian dengan kawasan Danau Kembar juga dinilai memberikan nilai tambah dari sisi aksesibilitas dan peluang pengembangan kawasan pertanian terpadu dengan pariwisata.

Sebelumnya, Nofrins dikenal aktif di berbagai sektor pembangunan di Sumatera Barat, termasuk energi, budaya, dan pariwisata.

Ia merupakan mantan Senior Manager PT Supreme Energy Muara Laboh dan terlibat dalam operasional komersial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh berkapasitas 85 megawatt.

Baca Juga: Staf Khusus Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Pariaman, Perbaikan Dilaporkan ke Pusat

PLTP tersebut menyuplai listrik untuk Solok Selatan dan jaringan kelistrikan Sumatera.

Selain itu, Nofrins juga terlibat dalam revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan serta pengembalian lokomotif uap Mak Itam ke Sawahlunto sebagai ikon wisata sejarah.

Melalui pengelolaan lahan bawang merah di Alahan Panjang, Nofrins menyatakan komitmennya untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah melalui sektor pertanian.(CR8)

Editor : Hendra Efison
#Hortikultura Sumatera Barat #Kabupaten Solok bawang merah #Produsen bawang merah nasional #Bawang merah Alahan Panjang