Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemuka Agama Imbau Warga Sumbar Tidak Rayakan Tahun Baru Berlebihan di Tengah Musibah

Mengki Kurniawan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:07 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, pemuka agama di Sumatera Barat mengimbau masyarakat menahan diri dari perayaan malam tahun baru secara berlebihan di tengah kondisi daerah yang masih terdampak bencana alam.

Imbauan tersebut disampaikan pemuka agama Sumatera Barat, Ustadz Dede Bafaqih, S.H., yang meminta umat Islam menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu evaluasi diri dan empati sosial.

“Pergantian tahun Masehi bukan hari raya dalam Islam. Umat Islam hanya memiliki dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha,” kata Ustadz Dede, Kamis (25/12/2025).

Ia merujuk Hadis Riwayat An-Nasa’i Nomor 1556 tentang Rasulullah SAW yang menggantikan dua hari permainan penduduk Madinah dengan Idul Fitri dan Idul Adha.

Menurutnya, perayaan malam tahun baru yang bersifat hura-hura tidak sejalan dengan nilai keislaman yang menekankan ibadah dan perbaikan diri.

Ustadz Dede menilai kondisi Sumatera Barat yang masih dilanda bencana menuntut empati dan kepedulian bersama.

Masyarakat diajak memperbanyak istighfar dan muhasabah dibandingkan kegiatan konvoi atau pesta kembang api.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Islam, pergantian waktu merupakan pengingat berkurangnya usia manusia, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ashr ayat 1–3.

“Pergantian waktu dianjurkan diisi dengan peningkatan iman dan amal saleh. Perlu dipahami, tahun baru bagi umat Islam adalah 1 Muharram, bukan 1 Januari,” ujarnya.

Ustadz Dede menegaskan bahwa 1 Januari tidak memiliki nilai religius dalam Islam, sehingga tidak perlu dirayakan secara khusus.

Ia menyampaikan imbauan ini sebagai bagian dari pendidikan keagamaan agar masyarakat memiliki skala prioritas yang tepat, terutama dalam membantu korban bencana.

“Menolong sesama yang tertimpa musibah jauh lebih utama dibandingkan perayaan yang tidak berdampak jangka panjang,” katanya.

Ia berharap malam pergantian tahun di Sumatera Barat dapat berlangsung aman, tenang, dan diisi dengan doa serta kepedulian sosial.(CR3)

 

Editor : Hendra Efison
#malam tahun baru 2026 #pemuka agama Sumbar #bencana Sumatera Barat #imbauan tahun baru