Rombongan PW ALPPIND memulai perjalanan dari Kota Padang sejak pagi, menyusuri jalur kampung sempit hingga tiba di Batu Kalang Utara, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Penyaluran bantuan bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Sambutan Hangat Warga Batu Kalang dan Asam Pulau
Di musholla kampung, tim ALPPIND disambut hangat oleh warga, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, dan perangkat korong. Jamuan sederhana berupa pisang rebus dan pepaya santan menjadi simbol keteguhan masyarakat, meski sawah dan ladang mereka terdampak galodo.
“Di tengah luka akibat bencana, kami belajar tentang ketabahan dan kekuatan masyarakat. Kehadiran ALPPIND adalah ikhtiar kecil untuk menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Nevi Zuairina.
Dana Donasi Rp 17,5 Juta Dialokasikan Langsung ke Warga
Bantuan yang disalurkan bersumber dari donasi PP ALPPIND dan PW ALPPIND se-Indonesia senilai Rp 17,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk bantuan tunai bagi 50 kepala keluarga di Batu Kalang dan 30 kepala keluarga di Asam Pulau. Selain itu, dukungan diberikan kepada PD ALPPIND Pasaman dan Pesisir Selatan.
Penyaluran dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga dengan pendampingan perangkat nagari, memastikan koordinasi yang baik serta menjaga etika kelembagaan.
Aksi Kemanusiaan Berlanjut di Pesisir Selatan
Rangkaian kegiatan tidak berhenti di Padang Pariaman. ALPPIND Pesisir Selatan melanjutkan aksi kemanusiaan ke Bayang Utara dengan menyalurkan paket perlengkapan ibadah, termasuk sajadah dan perlengkapan shalat. Bantuan ini diharapkan memberi kenyamanan dan kekuatan spiritual bagi warga, menjelang bulan suci Ramadan.
“Semoga setiap bantuan menjadi amal jariyah, menghadirkan keberkahan bagi yang memberi dan menguatkan yang menerima,” tutur Nevi.
Perjalanan kemanusiaan ALPPIND di Sumatera Barat menunjukkan bahwa di tengah bencana, solidaritas dan kepedulian perempuan Indonesia tetap menyala. Kegiatan ini menyalurkan harapan dan dukungan langsung dari hati ke hati bagi masyarakat terdampak galodo.(*)
Editor : Heri Sugiarto