Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Suaidi Ahadi mengungkapkan bahwa, gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil dari gempa pertama tersebut tercatat hingga pukul 19.00 WIB.
Gempa awal mengguncang wilayah Agam pada pukul 09:15 WIB dengan magnitudo M4.7. Episenter terletak di koordinat 0.17 LS - 100.11 BT, tepatnya 18 km Timur Laut Agam, pada kedalaman 10 km.
BMKG menyatakan gempa termasuk gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Kajai-Talamau dan tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah, yakni Pasaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, Agam: III–IV MMI. Getaran terasa nyata di rumah, seakan ada truk berlalu; jendela, pintu, atau dinding berbunyi.
Gempa juga dirasakan di Padangpanjang, Payakumbuh II–III MMI. Getaran dirasakan banyak orang, benda ringan yang digantung bergoyang.
Waspada Longsor di Daerah Perbukitan
Peristiwa gempa ini, menurut Suaidi perlu menjadi perhatian masyarakat di daerah perbukitan, khususnya Kabupaten Agam.
"Hujan dapat memicu longsor di perbukitan yang sebelumnya terguncang gempa," ingatnya di GWA BMKG & STAKEHOLDER.
Pemerintah daerah dan instansi harus terus memantau kondisi wilayah terdampak untuk tindakan bila ada laporan darurat atau kerusakan.
BMKG mengimbau warga tetap tenang, waspada, dan memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi berikut: Instagram/Twitter: @infoBMKG, Website: bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, Telegram: InaTEWS_BMKG, dan Mobile Apps: iOS dan Android (wrs-bmkg atau infobmkg).(*)
Editor : Heri Sugiarto