Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jembatan Kembar Margayasa Lembah Anai Dinyatakan Aman Setelah Pemeriksaan Teknologi Mutakhir

Randi Zulfahli • Selasa, 30 Desember 2025 | 14:35 WIB

Tim BPJN Sumbar telah mengecek kondisi struktur Jembatan kembar Margayasa menggunakan teknologi uji beton mutakhir sebagai bagian dari evaluasi pascabanjir bandang Lembah Anai.(Foto: IG BPJN)
Tim BPJN Sumbar telah mengecek kondisi struktur Jembatan kembar Margayasa menggunakan teknologi uji beton mutakhir sebagai bagian dari evaluasi pascabanjir bandang Lembah Anai.(Foto: IG BPJN)
PADEK.JAWAPOS.COM-Dua infrastruktur vital pada ruas Jalan Nasional Batas Kota Padangpanjang dipastikan aman dilalui pasca banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Lembah Anai Tanahdatar, pada akhir November 2025.

Jembatan kembar: Margayasa A dan Jembatan Margayasa B, kini menjadi fokus pemantauan ketat untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat telah bergerak cepat melakukan survei mitigasi risiko sebagai bagian dari prosedur darurat. Langkah ini menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi permanen pada jalur utama logistik tersebut.

Pemeriksaan Visual dan Teknis Dilakukan Intensif

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) BPJN Sumbar, Reni Marlisa, menyampaikan bahwa pihaknya telah merampungkan pemeriksaan visual dan teknis secara menyeluruh.

"Kami melakukan inspeksi untuk memastikan fungsi struktural dan non-struktural jembatan tetap bekerja sebagaimana mestinya," ujar Reni sebagaimana dikutip dari Instagram BPJN Sumbar, Selasa (30/12/2025).

Dalam pengujian tersebut, tim ahli menggunakan sejumlah instrumen teknologi mutakhir. Selain itu, Rebound Hammer Test diterapkan untuk mengetahui nilai kuat tekan permukaan beton secara korelatif. Metode ini memberikan gambaran awal kondisi material beton yang terpapar banjir.

Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) juga digunakan untuk menilai kondisi internal dan tingkat kerapatan beton. "Kami juga melakukan survei UPV yang bertujuan untuk menentukan kerapatan beton dari kedua jembatan," tambah Reni.

Identifikasi Tulangan Menggunakan Rebar Scanner

Pemeriksaan berlanjut melalui penggunaan Rebar Scanner guna mengidentifikasi posisi dan konfigurasi tulangan beton. Teknologi ini memungkinkan pendeteksian kondisi tulangan tanpa merusak lapisan permukaan.

Sebagai verifikasi langsung, metode chipping beton turut dilakukan untuk memastikan posisi tulangan secara fisik.

Berdasarkan data investigasi lapangan, elemen struktur utama pada dua jembatan tersebut dipastikan tidak mengalami kerusakan berarti akibat terjangan galodo. Investigasi visual juga menunjukkan tidak ada indikasi kegagalan pada struktur penyangga utama.

Kerusakan Non-Struktural Tetap Ditangani

Secara khusus, Jembatan Margayasa B tidak menunjukkan dampak signifikan pada bagian inti. Kerusakan yang ditemukan terbatas pada elemen non-struktural.

"Kerusakan yang teramati meliputi erosi pada pile pilar P3 dan P4, serta adanya keruntuhan tanah pada bagian oprit dan abutmen (ABT) dua di Jembatan Margayasa B," kata Reni.

Melalui hasil evaluasi komprehensif tersebut, kedua jembatan resmi dinyatakan aman dan laik fungsi untuk dilewati kendaraan. Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum tetap menindaklanjuti kerusakan non-struktural sesuai rencana yang telah disusun.

Langkah lanjutan ini ditegaskan sebagai komitmen Kementerian PU dalam menjaga keandalan infrastruktur nasional serta keselamatan masyarakat yang melintasi Lembah Anai pascabencana.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Rebound Hammer Test #Galodo Lembah Anai #BPJN Sumbar #teknologi mutakhir #lembah anai #Jembatan lembah anai #Jembatan Margayasa #kementerian pu