Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dampak Banjir dan Longsor, Okupansi Bus NPM Padang Menurun Saat Libur Nataru

Riyadhatul Khalbi • Rabu, 31 Desember 2025 | 18:20 WIB

Suasana di Pool NPM di Jalan Juanda No 77 Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar. (Foto: Riyadhatul Khalbi/Padeks)
Suasana di Pool NPM di Jalan Juanda No 77 Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar. (Foto: Riyadhatul Khalbi/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 berdampak pada penurunan jumlah penumpang bus antarprovinsi PT Naiklah Perusahaan Minang (NPM) Cabang Padang, Sumatera Barat, di tengah masa pemulihan pascabencana banjir dan longsor.

Penurunan tersebut disampaikan agen tiket PT NPM Padang, Adi (39), saat ditemui di loket perwakilan PT NPM di Jalan Ir. H. Juanda No. 77, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Selasa (30/12/2025).

“Jika dibandingkan Nataru sebelumnya di kondisi normal, jumlah penumpang turun sekitar 30 persen,” kata Adi.

Adi menjelaskan, saat bencana masih berlangsung, penjualan tiket sempat turun hingga 50 persen sebelum kembali berangsur naik pada pertengahan Desember menjelang libur Nataru.

“Waktu bencana terjadi, penurunannya sekitar 50 persen. Pertengahan Desember mulai naik lagi jelang Nataru,” ujarnya.

Kepala PT NPM Cabang Padang, Hariando (39), menyebutkan loket tersebut mengoperasikan sekitar 200 unit bus NPM dan SAN (Siliwangi Antar Nusa) dengan dukungan sekitar 400 sopir dan kernet.

PT NPM Padang melayani trayek Padang–Jakarta, Padang–Medan, Padang–Jambi, dan Padang–Dumai, sementara PO SAN melayani rute Padang–Solok–Sijunjung–Dharmasraya–Muaro Bungo–Sarolangun–Bangko–Rupit–Lubuklinggau–Rejang Lebong–Kepahiang–Bengkulu.

Meski terjadi penurunan secara umum, Adi menyebut okupansi bus pada beberapa trayek tetap penuh, terutama tujuan Medan, Dumai, dan Jambi.

Menurutnya, minat penumpang diperkirakan kembali normal setelah masa libur sekolah berakhir.

Dari sisi operasional, kendala utama saat libur Nataru adalah kepadatan lalu lintas di Sitinjau Lauik yang menyebabkan waktu tempuh perjalanan lebih lama.

“Jalurnya padat karena banyak kendaraan, jadi perjalanan lebih lama,” ujarnya.

Salah seorang penumpang tujuan Jakarta, Ahmad Firdan (24), mengaku tetap memilih menggunakan bus meski perjalanan memakan waktu lebih panjang.

“Mau pulang ke Jakarta habis liburan ke Jambi. Balik sekarang karena cuti sudah habis,” kata Ahmad.

Ia memilih berangkat dari Padang karena kesulitan mendapatkan transportasi lanjutan dari Muaro Bungo menuju Jakarta. (Cr4)

Editor : Hendra Efison
#Libur Nataru 2025 #Dampak banjir dan longsor Sumbar #PT NPM Padang #Bus antarprovinsi Sumatera Barat