Penetapan tersebut diumumkan PP Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid.
Muhammadiyah menjelaskan, ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC, berdasarkan perhitungan hisab hakiki.
Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 belum terpenuhi di seluruh dunia.
PKG 1 mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC.
Namun, berdasarkan evaluasi PKG 2, kriteria tersebut terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC di wilayah daratan Amerika.
Pada koordinat lintang 56°48’49” LU dan bujur 158°51’44” BB, tinggi bulan tercatat 5°23’35” dengan elongasi 8°00’11”.
Selain itu, ijtimak juga terjadi sebelum fajar di wilayah Selandia Baru, sehingga memenuhi prinsip kesatuan matlak global.
“Dengan demikian, 1 Ramadhan 1447 H ditetapkan berlaku secara global pada 18 Februari 2026,” tulis laman resmi Suara Muhammadiyah mengutip maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Sekretaris PP Muhammadiyah, 22 September 2025.
Muhammadiyah menegaskan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal bertujuan memberikan kepastian waktu ibadah berbasis sains dan berlaku internasional. (CC1)
Editor : Hendra Efison