Pantauan di lapangan mencatat hujan lebat terjadi selama sekitar 15 jam tanpa jeda, menyebabkan aliran Batang Kuranji yang melintasi permukiman warga menjadi keruh dan berarus deras.
Sejumlah warga memilih tetap berjaga untuk memantau pergerakan air sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit secara mendadak.
Yasril (54), pemilik ruko di kawasan Pasar Baru, mengatakan kondisi cuaca saat ini mengingatkannya pada banjir bandang yang terjadi pada November 2025.
“Sejak Kamis malam hujan tidak berhenti dan suara aliran Batang Kuranji terdengar sangat keras. Saya khawatir air kembali naik seperti akhir tahun lalu,” ujar Yasril, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebutkan, proses pembersihan pascabanjir sebelumnya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
“Saat itu ruko dipenuhi lumpur dan material kayu. Baru mulai pulih, hujan deras kembali turun,” katanya.
Hal serupa disampaikan Kevin (23), mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi, yang mengaku masih mengingat dampak banjir bandang akhir 2025.
“Air naik sangat cepat waktu itu dan saya harus mengungsi. Karena pengalaman itu, setiap hujan deras yang berlangsung lama membuat saya waspada,” ujarnya.
Kawasan Pasar Baru diketahui berada dekat aliran sungai sehingga berisiko terdampak banjir kiriman, terutama saat hujan intensitas tinggi terjadi di wilayah hulu.
Hingga Jumat siang, hujan masih terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Pauh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama cuaca ekstrem berlangsung. (CR3)
Editor : Hendra Efison