Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sinkhole di Situjuah Batua Masih Keluarkan Air, Badan Geologi Pastikan Terbentuk akibat Erosi Buluh

Syamsu Ridwan • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:10 WIB

Sinkhole di Situjuah Batua masih keluarkan air jernih. Badan Geologi menyebut penyebabnya erosi buluh dan keluarkan tiga rekomendasi mitigasi.
Sinkhole di Situjuah Batua masih keluarkan air jernih. Badan Geologi menyebut penyebabnya erosi buluh dan keluarkan tiga rekomendasi mitigasi.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sinkhole yang muncul di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, sejak Minggu (4/1/2026), masih mengeluarkan air hingga Selasa (6/1/2026).

Air yang terlihat kebiruan ketika dilihat dari permukaan ternyata sangat jernih saat diambil langsung dari dalam lubang.

Pada Selasa siang, sepasang suami-istri meminta bantuan anggota Linmas Situjuah Batua, Defi Guswanto, untuk mengambil air dari sinkhole menggunakan wadah bekas kotak air mineral.

Air tersebut kemudian diminum oleh keduanya di hadapan warga yang menyaksikan lokasi kejadian.

Sebelumnya, Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Sumbar, Inzuddin, juga meninjau kondisi sinkhole bersama Kepala Jorong Tepi, Salmi, serta petugas TNI–Polri yang berjaga.

“Air dalam sinkhole bening dan bersih. Mungkin warna biru karena pengaruh cahaya dari atas,” kata Inzuddin saat berbicara kepada anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, didampingi Danpos TNI Situjuah Limo Nagari, Peltu Wahidi.

Anggota DPRD Fajar Vesky kemudian meminta BPBD Limapuluh Kota mengirim surat resmi kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk dilakukan kajian ilmiah.

Sekda Limapuluh Kota selaku Kepala Ex Officio BPBD, Herman Azmar, telah menyampaikan permohonan tersebut kepada Badan Geologi Kementerian ESDM melalui surat tertanggal Senin (5/1/2026).

Permintaan itu langsung ditindaklanjuti. Plt Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, mengonfirmasi penerimaan surat dan mempublikasikan hasil tinjauan awal melalui laman resmi dan media sosial Badan Geologi, Selasa (6/1/2026).

Dalam laporan tersebut, Badan Geologi menyatakan fenomena sinkhole di Situjuah Batua bukan terbentuk pada batuan gamping seperti kasus umum, tetapi terjadi akibat proses erosi buluh, yakni pengikisan bawah tanah oleh aliran air yang membentuk saluran pipa.

Ada lima faktor utama pemicunya: jenis batuan lempung berbutir halus, tingginya curah hujan, terbentuknya rekahan yang menjadi jalur aliran air, penggunaan lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi kurang baik, serta gradien hidraulik air tanah.

Analisis menunjukkan lapukan batuan tuff dengan dasar batu gamping malihan yang kedap air menjadi tempat terbentuknya rekahan.

Aliran air pada rekahan ini memicu erosi buluh, menciptakan rongga, yang kemudian menyebabkan permukaan tanah ambles dan membentuk sinkhole.

Badan Geologi menegaskan proses tersebut tidak terjadi mendadak, berbeda dengan sinkhole di kawasan karst.

Fenomena serupa berpotensi muncul di lokasi pertanian lain bila rekahan tanah kembali terbentuk.

Lembaga itu juga mengeluarkan tiga rekomendasi. Pertama, lubang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan air dengan memasang pagar pengaman.

Kedua, warga diminta memantau bila muncul retakan baru dan segera melapor kepada aparat setempat.

Ketiga, masyarakat dimbau tetap tenang meski mendengar suara gemuruh dari permukaan tanah.(*)

Editor : Hendra Efison
#Badan Geologi ESDM #sinkhole Situjuah Batua #erosi buluh #Sinkhole Limapuluh Kota