Peninjauan dipimpin Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama rombongan dan didampingi pemerintah daerah setempat.
Di Tanjuang Alam, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan, rombongan mengecek lahan Huntap seluas 1,8 hektare milik Pemkab Tanahdatar, yang berada di samping Huntap korban erupsi Gunung Marapi 2024.
Lahan tersebut disiapkan untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Rustian menyatakan Huntap akan dibangun dengan standar yang sama seperti Huntap korban erupsi Marapi.
“Ini akan segera bisa ditempati seperti bangunan yang sebelah saat erupsi Gunung Marapi. Standarnya sama agar masyarakat optimis hidup lebih baik ke depan,” ujarnya.
BNPB dan Pemda berencana menambah 3 hektare lahan dengan mengajukan permohonan ke Pemprov Sumbar, sehingga total lahan Huntap menjadi 4,8 hektare untuk 129 KK terdampak.
“Tanah dari kabupaten 1,8 hektare dan kita minta 3 hektare ke Pak Gubernur, total 4,8 hektare untuk 129 KK,” kata Rustian.
Pembangunan pada lahan 1,8 hektare akan dimulai terlebih dahulu sambil menunggu persetujuan penambahan lahan.
Rustian menyebut BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk percepatan.
“Setelah ada surat dari bupati ke gubernur, ini segera direalisasikan. Jika disetujui, kementerian PUPR akan memulai pembangunan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Rombongan kemudian meninjau Huntara di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuah.
Baca Juga: BNPB Catat Sejumlah Bencana Baru, Empat Provinsi Alami Dampak Terbesar
Di lokasi ini dibangun 19 unit dari total 23 Huntara yang disiapkan untuk 23 KK berjumlah 76 jiwa.
Sisanya tersebar di Jorong Aru dan Jorong Kapuah. Cuaca dan kondisi lapangan menjadi tantangan utama pembangunan.
BNPB juga mengunjungi posko pengungsian untuk menyerahkan 50 paket bantuan kemanusiaan serta memastikan percepatan pemindahan warga ke Huntara dan Huntap.
Peninjauan dilanjutkan ke Huntara Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuah Selatan, yang berada di samping kantor camat dan tengah dibangun 15 unit. BNPB turut memberikan 50 paket bantuan tambahan.
Rustian meminta pembangunan Huntara dipercepat. “Sebelumnya dilaporkan dua minggu, saya minta sepuluh hari selesai. Artinya perlu menambah tenaga agar pekerjaan cepat selesai,” jelasnya.
Secara keseluruhan, BNPB menargetkan seluruh Huntara di 13 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumbar dapat dihuni sebelum Ramadhan.
“Kami berharap sebelum bulan puasa semua warga sudah menempati dan merasa nyaman di bangunan baru,” ujarnya.
Agenda terakhir adalah pengecekan lahan Huntap di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan lahan. Peninjauan turut didampingi Bupati Solok dan Forkopimda. (CR4)
Editor : Hendra Efison