Pengajuan itu disampaikan sebagai bagian dari konsep tuan rumah bersama untuk penyelenggaraan Porprov pada Juni–Juli 2026.
Surat bernomor 26/KSB-KONI/KEP-MTW/XII-2025 tersebut ditujukan kepada Ketua Umum KONI Sumbar dan merujuk pada SK Gubernur Sumbar Nomor 426-815-2025 tentang penjadwalan Porprov XVI 2026 dan Porprov XVII 2028.
KONI Mentawai menyatakan siap menjadi tuan rumah lima cabang olahraga, yaitu PSTI (sepak takraw), Pertina (tinju), Perpani (panahan), kabaddi, dan catur.
Ketua Umum KONI Mentawai, Ali Nurdin, mengatakan kesiapan itu merupakan bentuk kontribusi daerahnya terhadap penyelenggaraan Porprov.
“Selama 15 kali pelaksanaan Porprov, Mentawai selalu ambil bagian sebagai peserta. Pada Porprov XVI ini kami ingin meningkatkan peran dengan menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Ali menambahkan penyelenggaraan Porprov juga menjadi sarana memperkenalkan potensi Mentawai.
“Ajang ini tidak hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga sarana promosi alam, budaya, dan potensi daerah Kepulauan Mentawai,” katanya.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyambut baik pengajuan tersebut. “Semangat Mentawai patut diapresiasi. Konsep tuan rumah bersama memang dirancang untuk mendorong pemerataan penyelenggaraan dan partisipasi daerah,” katanya.
Wakil Ketua II KONI Sumbar, Septri, menegaskan bahwa pengajuan itu akan diverifikasi sesuai ketentuan.
“Kami akan menilai kesiapan sarana prasarana, akomodasi, serta dukungan panitia daerah. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, peluang Mentawai menjadi tuan rumah sangat terbuka,” ujarnya.
Sawahlunto Tegaskan Komitmen Dukung Porprov 2026
Terpisah, Pemerintah Kota Sawahlunto menyampaikan komitmen mendukung Porprov XVI Sumbar 2026 dalam pertemuan silaturahmi bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus dan jajaran di Muaro Kalaban, Sawahlunto.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyatakan bahwa Porprov menjadi momentum pembangunan karakter dan prestasi daerah.
“Kami realistis melihat kondisi keuangan daerah. Tapi saya yakin, dengan kebersamaan, kolaborasi, dan dukungan semua pihak—baik pemerintah, KONI, dunia usaha, maupun masyarakat—keterbatasan itu bisa kita atasi,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Sawahlunto, Rovanly Abdams, menegaskan dukungan kebijakan untuk pembinaan olahraga.
“Olahraga tidak bisa dibangun dengan pendekatan instan. Ia butuh konsistensi, perencanaan, dan keberpihakan kebijakan,” ujarnya.
Ketua KONI Sawahlunto, Jhon Reflita, menyebut pertemuan dengan KONI Sumbar memberi motivasi tambahan.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi penguatan semangat dan visi bersama. Kami semakin optimistis menatap Porprov XVI,” katanya.
Pertemuan itu dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Septri, Revdi Iwan Syahputra, Dola Indra, serta Staf Khusus KONI Sumbar Prof Syahrial Bakhtiar.
“Kita bangkit bukan karena uang semata, tapi karena kebersamaan. Solidaritas, kolaborasi, dan kepercayaan antarstakeholder adalah modal utama untuk kembali berdiri,” ujar Prof Syahrial Bakhtiar.
Sedangkan Hamdanus mengapresiasi optimisme Sawahlunto. “Diskusi ini menunjukkan satu hal penting: ada semangat yang sama untuk bangkit dan berprestasi. Jika ini terjaga di semua daerah, Porprov XVI akan menjadi tonggak kebangkitan olahraga Sumatera Barat,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison