Proyek ini merupakan langkah nyata pemangku kebijakan dalam menjaga keandalan jalan nasional yang menjadi urat nadi konektivitas di wilayah tersebut.
Dikutip dari laporan resmi BPJN Sumbar pada Selasa, (13/1/2026), pekerjaan ini difokuskan pada Ruas Jalan Nasional 06040 yang menghubungkan Batas Kota Padangpanjang menuju Sicincin.
Titik krusial penanganan berada di KM 61+500, tepatnya di wilayah Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman.
Kawasan Puncak Anai sebelumnya sempat mengalami kerusakan serius akibat terjangan banjir bandang. Bencana tersebut melumpuhkan sebagian badan jalan dan menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan para pengendara.
Merespons kondisi tersebut, BPJN Sumbar melakukan serangkaian prosedur teknis untuk memulihkan fungsi jalan. Dalam laporannya, BPJN Sumbar merinci sejumlah pekerjaan teknis yang telah rampung, di antaranya:
*Pemasangan Soil Nailing: Sebanyak kurang lebih 900 titik paku bumi (soil nailing) telah dipasang untuk memperkuat struktur lereng.
*Aplikasi Shotcrete: Permukaan tebing dilapisi dengan beton semprot (shotcrete) guna meningkatkan daya tahan dan mencegah pelapukan material tebing akibat cuaca.
*Proteksi Kaki Lereng: Pemasangan batu krib di area bawah berfungsi sebagai pengaman untuk melindungi struktur jalan dari ancaman gerusan aliran sungai yang melintas di kawasan tersebut.
Pascaselesainya proyek ini, diharapkan tingkat stabilitas lereng meningkat secara signifikan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi longsor susulan yang kerap menghantui kawasan tersebut saat intensitas hujan tinggi.
“Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan konektivitas jalan nasional tetap berfungsi optimal bagi masyarakat,” tulis BPJN Sumbar dalam keterangan resminya.
Selain fokus pada penguatan tebing, proyek ini juga mencakup peningkatan kualitas struktur perkerasan jalan dan kelengkapan keselamatan jalan.
Dengan infrastruktur yang kini lebih kokoh, kinerja layanan jalan nasional di jalur Padang-Bukittinggi tersebut diharapkan mampu menjamin keselamatan serta kenyamanan mobilitas masyarakat secara berkelanjutan. (CC1)
Editor : Adetio Purtama