BMKG menyampaikan peringatan tersebut berdasarkan data yang dirilis pada Rabu (14/1/2026).
Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, diminta mewaspadai perubahan cuaca ekstrem.
Pada 15–16 Januari, BMKG mencatat potensi hujan petir di perairan Agam dan Pasaman Barat.
Sementara itu, perairan Padang, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai — termasuk Siberut dan Pagai — diprakirakan mengalami hujan ringan.
BMKG Maritim Teluk Bayur juga melaporkan potensi gelombang setinggi 2,5 meter kategori rendah hingga sedang.
Kondisi ini diprediksi berlangsung selama tiga hari di Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, serta bagian Barat Siberut, Sipora, dan Pagai.
Kecepatan angin menjadi perhatian tambahan. Pada 16 Januari, angin dari Barat Laut diperkirakan mencapai 15 knots di perairan Barat Pagai.
Kecepatan ini meningkat menjadi 16 knots pada 17–18 Januari, mencakup perairan Barat Sipora dan Barat Pagai.
Untuk aktivitas pesisir, BMKG merilis prediksi pasang surut air laut pada 15 Januari.
Pasang diperkirakan terjadi pukul 03.00–05.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB, sedangkan surut terjadi pukul 08.00–10.00 WIB serta 23.00–24.00 WIB.
“Pastikan kondisi cuaca mendukung agar aktivitas tetap aman dan nyaman,” tulis BMKG Maritim Teluk Bayur dalam keterangan resminya.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi maritim.bmkg.go.id sebelum melakukan aktivitas di laut.(CC1)
Editor : Hendra Efison