Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mahyeldi Dukung Bukittinggi Jadi Daerah Istimewa dan Usulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional

Hendra Efison • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:38 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi mendukung kajian Bukittinggi sebagai Daerah Istimewa berbasis sejarah PDRI serta usulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mendukung kajian Bukittinggi sebagai Daerah Istimewa berbasis sejarah PDRI serta usulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendukung kajian Bukittinggi sebagai Daerah Istimewa berbasis sejarah PDRI serta usulan Mr. Assaat Datuak Mudo sebagai Pahlawan Nasional.

PADEK.JAWAPOS.COM—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyatakan dukungan terhadap wacana penetapan Kota Bukittinggi sebagai Daerah Istimewa serta pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo sebagai Pahlawan Nasional, Selasa–Rabu (20–21/1/2026).

Dukungan tersebut disampaikan Mahyeldi dalam dua agenda terpisah yang membahas penguatan nilai sejarah dan kontribusi tokoh Sumbar dalam perjalanan Republik Indonesia.

Terkait Bukittinggi, Mahyeldi menilai kota tersebut memiliki nilai historis penting karena pernah menjadi Ibu Kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Menurut Mahyeldi, wacana penetapan status daerah istimewa perlu dikaji secara mendalam dan bertumpu pada aspirasi masyarakat, tokoh adat, cadiak pandai, serta pemangku kepentingan di daerah dan pusat.

“Dengan latar belakang sejarahnya, Bukittinggi memiliki nilai historis yang setara dengan daerah yang telah memiliki status keistimewaan di tingkat nasional,” kata Mahyeldi.

Ia mendorong Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar seminar atau forum akademik dengan menghadirkan narasumber kompeten untuk memperkuat argumentasi pengusulan status daerah khusus atau istimewa.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat pertemuan dengan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Istana Bung Hatta, Selasa (20/1/2026).

Ramlan menyebut Bukittinggi pernah menjadi ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah Jakarta dan Yogyakarta.

“Bukittinggi menjadi ibu kota negara saat dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pada 19 Desember 1948,” ujar Ramlan.

Ia menambahkan Pemko Bukittinggi terus membangun dukungan lintas pihak, termasuk rencana menghadirkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai narasumber seminar.

Sementara itu, Mahyeldi juga menyatakan dukungan terhadap usulan Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru agar Mr. Assaat Datuak Mudo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

“Mr. Assaat Datuak Mudo adalah pejuang kemerdekaan dan tokoh Minangkabau yang memiliki peran strategis menjaga keberlangsungan Republik Indonesia,” ujar Mahyeldi di Istana Gubernuran, Rabu (21/1/2026).

Mahyeldi menjelaskan Mr. Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS).

Ia menambahkan Sumbar merupakan daerah yang melahirkan banyak tokoh nasional dan pahlawan bangsa dengan kontribusi besar bagi Indonesia.

Ketua IKB Pekanbaru Muhammad Hamdi mengatakan peran Mr. Assaat sangat krusial pada masa transisi pemerintahan pasca Agresi Militer Belanda II.

“Dalam kondisi kekosongan pemerintahan setelah penahanan Bung Karno dan Bung Hatta, kepemimpinan Mr. Assaat menjadi penopang utama eksistensi Republik Indonesia,” kata Hamdi.

Mr. Assaat Datuak Mudo lahir di Banuhampu, Kabupaten Agam, pada 18 September 1904, dan menjabat Presiden RI Sementara pada 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950.

Selain itu, ia tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mahyeldi menegaskan Pemerintah Provinsi Sumbar siap mendukung dan mengawal pengusulan tokoh-tokoh daerah sebagai Pahlawan Nasional sesuai ketentuan perundang-undangan.(*)

Editor : Hendra Efison
#gubernur sumbar mahyeldi #Mr Assaat Datuak Mudo #PDRI Bukittinggi #Bukittinggi Daerah Istimewa