Kunjungan dilakukan untuk mendukung pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang.
Kunjungan tersebut terkait pemulihan pascabencana banjir bandang akhir November 2025 di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
SEPABLOCK merupakan produk inovatif PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Rombongan Komisi VI DPR RI disambut Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Operasi Andria Delfa, dan Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pembangunan Huntap yang layak dan cepat. Menurutnya, SEPABLOCK dinilai sesuai kebutuhan pascabencana.
“Produk SEPABLOCK PT Semen Padang akan berkontribusi langsung dalam pembangunan hunian tetap di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Andre.
Andre menyebutkan, berdasarkan laporan SIG, perusahaan telah memperoleh kontrak pembangunan 4.800 unit Huntap di Sumatera Barat.
Pembangunan dilakukan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Tadi kami juga menyarankan SIG agar dapat bersaing di Sumatera Utara dan Aceh. Ini sedang dikaji, terutama terkait harga agar lebih kompetitif,” kata Andre.
Andre menilai SEPABLOCK memiliki keunggulan dari sisi waktu dan biaya. Ia menyebut rumah tipe 36 meter persegi dapat dibangun sekitar dua minggu dengan biaya Rp150 juta hingga Rp160 juta.
“Dengan waktu pembangunan yang singkat, masyarakat terdampak bisa segera menempati rumah yang layak,” ujarnya.
Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyatakan kesiapan perusahaan mendukung penuh program Huntap pemerintah.
Ia memastikan kapasitas produksi SEPABLOCK mencukupi kebutuhan pembangunan pascabencana.(*)
Editor : Hendra Efison