Langkah ini disiapkan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2026 di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026).
“Sejumlah langkah intervensi telah kita siapkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sumbar, termasuk mengajukan tambahan cadangan pangan ke Bapanas,” ujar Mahyeldi.
High Level Meeting TPID 2026 mengusung tema Sinergi dan Strategi Pengendalian Inflasi Pasca Bencana serta Persiapan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2026.
Forum ini digelar merespons meningkatnya tekanan inflasi dan kebutuhan pangan masyarakat.
Mahyeldi menjelaskan, bencana hidrometeorologi akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap infrastruktur, pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Kondisi tersebut memengaruhi produksi, distribusi, dan pasokan pangan di Sumbar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Sumbar sepanjang 2025 menunjukkan tren peningkatan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi.
“Jika tidak dimitigasi segera, kondisi ini akan memperparah tekanan inflasi di Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya.
Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui pengendalian harga jangka pendek dan penguatan ketahanan pangan jangka panjang.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Pascabencana di Sumbar, Warga Menanti Kepastian Solusi
Mahyeldi menyebut komoditas penyumbang inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri 2024–2025 adalah cabai merah, bawang merah, dan beras. Komoditas tersebut menjadi fokus pengendalian TPID 2026.
Selain mengajukan suplai ke Bapanas, Pemprov Sumbar menyiapkan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan pengamanan distribusi. Pengawasan penimbunan serta komunikasi publik juga diperkuat.
High Level Meeting TPID 2026 dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, kepala OPD Pemprov Sumbar, serta bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison