Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, mengatakan BMKG telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap data meteorologi dan seismik menyusul laporan masyarakat yang sempat viral di media sosial.
“BMKG melakukan analisis dari sisi meteorologi dan seismik menggunakan data operasional yang tersedia,” kata Decky dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Dari sisi meteorologi, BMKG menganalisis data radar cuaca dan alat pendeteksi petir (lightning detector) pada waktu kejadian.
Hasilnya, tidak terdeteksi adanya cuaca ekstrem, pertumbuhan awan Cumulonimbus, maupun sambaran petir yang dapat memicu suara dentuman keras.
“Tidak ditemukan sambaran petir yang dapat memicu suara dentuman di atmosfer saat kejadian,” ujar Decky.
BMKG juga memeriksa data jaringan seismometer untuk memastikan kemungkinan aktivitas gempa bumi.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak tercatat aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat, termasuk sekitar Maninjau, Agam, dan Pasaman Barat, pada waktu kejadian.
Dengan demikian, BMKG memastikan suara dentuman tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas tektonik atau pergerakan lempeng bumi.
Sebelumnya, isu dugaan jatuhnya meteor di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, sempat beredar luas di media sosial setelah sejumlah warga mengaku mendengar dentuman keras menjelang waktu Subuh.
Kepolisian memastikan informasi tersebut tidak terbukti. Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan usai menerima laporan warga.
“Memang ada laporan warga yang mendengar suara dentuman, namun tidak ditemukan tanda-tanda meteor jatuh,” kata Muzakar.
Ia menegaskan tidak ditemukan kerusakan bangunan, bekas benturan, kawah, maupun material asing di sekitar permukiman warga dan kawasan Danau Maninjau.
“Kondisi lingkungan aman dan tidak ada kerusakan,” ujarnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu klarifikasi dari pihak berwenang,” katanya. (cc1/ptr)
Editor : Hendra Efison