Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan tersebut terjadi pukul 05.20 WIB dengan kekuatan Magnitudo 4,4.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, mengatakan bahwa pusat gempa terletak di laut pada koordinat 1,17° LS dan 99,71° BT.
Lokasi ini berjarak sekitar 77 kilometer arah Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 23 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai," ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Senin pagi.
Berdasarkan peta estimasi guncangan BMKG, getaran gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan skala intensitas II-III MMI.
Cakupan wilayah yang merasakan getaran meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Lubukbasung, hingga Kepulauan Mentawai.
Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berat yang melintas, menyebabkan benda-benda ringan yang digantung ikut bergoyang.
Salah seorang warga Kota Padang, Zulkifli (62), menceritakan pengalamannya saat guncangan terjadi di waktu pagi tersebut. Meski berlangsung singkat, ia mengaku getaran cukup terasa kuat di kediamannya.
"Kaca rumah sedikit bergetar, barang-barang ikut bergoyang. Getarannya hanya sebentar," tutur Zulkifli menggambarkan situasi saat gempa melanda.
Hingga Senin pagi pukul 05.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Selain itu, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tektonik ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Suaidi menekankan agar warga hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi BMKG, baik melalui media sosial @infoBMKG, laman resmi bmkg.go.id, maupun aplikasi mobile Info BMKG. (cc1)
Editor : Adetio Purtama