BREAKING NEWS: Gunung Marapi Erupsi Kamis Malam, Kolom Abu 3.000 Meter
Randi Zulfahli• Kamis, 5 Februari 2026 | 23:22 WIB
Gunung Marapi erupsi Kamis malam 5 Februari 2026 pukul 22.25 WIB. Kolom abu 3.000 meter, status Level II Waspada, warga diimbau menjauh. Gunung Marapi di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanahdatar, Sumatera Barat, erupsi Kamis (5/2/2026) pukul 22.25 WIB dengan kolom abu setinggi 3.000 meter di atas puncak dan status tetap Level II (Waspada).
Gunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis malam (5/2/2026) pukul 22.25 WIB. Letusan menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 3.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah, melaporkan tinggi kolom abu setara 5.891 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi sementara terpantau kurang lebih 1 menit 27 detik,” ujar Teguh Firmansyah dalam keterangan tertulis, Kamis malam.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status aktivitas Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada. Penetapan status tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental terkini.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan, agar tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.
Masyarakat yang bermukim di lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi bahaya lahar atau banjir lahar. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat curah hujan tinggi.
Apabila terjadi hujan abu vulkanik, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan saluran pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut.
PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas Gunung Marapi. Seluruh pihak diminta tetap menjaga situasi kondusif dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah.
Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung.
Koordinasi juga dapat dilakukan langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jalan Prof. Hazairin Nomor 168, Bukittinggi, untuk memperoleh informasi terbaru.(cc1)