Kasatlantas Polres Padangpanjang, AKP Pifzen Finot mengatakan kecelakaan tunggal tersebut diduga akibat rem blong.
Menurutnya, truk tersebut menabrak bagian rumah warga dan merusak sejumlah rambu lalu lintas di sisi jalan.
"Untuk korban nihil. Kerusakan hanya pada bagian rumah warga dan rambu-rambu yang ada di pinggir jalan tersebut," ujar AKP Pifzen saat dikonfirmasi.
Personel Satlantas Polres Padangpanjang masih berada di lokasi untuk evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Arus lalu lintas dari arah Bukittinggi menuju Padang tetap aman dan lancar.
AKP Pifzen mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, melakukan pengecekan kendaraan sebelum perjalanan, dan memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan.
Jalur Penyelamat Darurat
Sehari sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria meninjau jalur rel kereta api dan ruas jalan di kawasan Panyalaian yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk pembangunan jalur penyelamat darurat sebagai upaya mitigasi teknis guna meminimalisir kecelakaan yang berdampak bagi pengendara, kendaraan dan masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, fasilitas pemberhentian darurat di jalur lalu lintas menurun dan panjang ini akan dibangun melalui kolaborasi PT Kereta Api Indonesia, Balai Jalan dan pemerintah daerah.
"Tujuan utamanya menyelamatkan nyawa dan kendaraan dari risiko kecelakaan fatal saat terjadi kegagalan sistem rem," kata Dony yang meninjau bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Kamis (19/2/2026).
Meski begitu, kata Dony, pemerintah juga meminta seluruh truk memperhatikan syarat-syarat kelengkapan kendaraannya. "Pemerintah mewajibkan pengendara untuk memeriksa rem dan komponen lainnya sebelum melintas," ingatnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto