Peristiwa tersebut tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada malam hari saat sebagian masyarakat tengah beristirahat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menyampaikan bahwa berdasarkan data resmi, pusat gempabumi berada pada koordinat 0,74 Lintang Selatan dan 99,14 Bujur Timur.
Secara geografis, lokasi gempa berada sekitar 110 kilometer barat daya Agam, Sumatera Barat.
“Secara lokasi, gempabumi berada di titik 110 kilometer Barat Daya Agam, Sumatera Barat,” ujar Suaidi melalui keterangan resminya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempabumi tersebut berada pada kedalaman 29 kilometer di bawah permukaan bumi.
Informasi tersebut menjadi dasar identifikasi parameter teknis gempa yang digunakan untuk pemantauan lanjutan oleh otoritas terkait.
Gempabumi ini terjadi pada Minggu malam dan berpusat di wilayah perairan barat daya Kabupaten Agam, yang secara administratif berada di Provinsi Sumatera Barat.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang memastikan bahwa pemantauan aktivitas seismik terus dilakukan secara intensif guna memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan lanjutan.
Pemantauan berkelanjutan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar mitigasi kebencanaan, sekaligus memastikan data teknis yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan terverifikasi.
Gempabumi berkekuatan magnitudo 5,2 tersebut menjadi salah satu aktivitas seismik yang tercatat pada akhir Februari 2026 di wilayah Sumatera Barat, dengan parameter lokasi dan kedalaman sebagaimana dirilis secara resmi oleh BMKG.
Hingga saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa, sambil menunggu hasil pemantauan lanjutan yang dilakukan oleh Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang.(*)
Editor : Hendra Efison