PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan cuaca terbaru untuk seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat pada Jumat, 27 Februari 2026.
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat didominasi langit berawan dengan suhu udara berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat cukup tinggi, berada pada rentang 43 hingga 99 persen. Kondisi tersebut berpotensi membuat udara terasa lebih lembap, terutama pada pagi dan malam hari.
BMKG juga memprakirakan wilayah Kepulauan Mentawai akan mengalami hujan ringan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk nelayan dan pelaku perjalanan laut, diimbau untuk tetap memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
Kelembapan yang menyentuh angka 99 persen di sejumlah titik turut menjadi perhatian, karena dapat memengaruhi kenyamanan serta aktivitas masyarakat. Warga disarankan menjaga kondisi kesehatan dan menyesuaikan aktivitas dengan dinamika cuaca yang terjadi.
Berikut rincian prakiraan cuaca di tujuh kota besar di Sumatera Barat hari ini:
- Kota Padang: Cerah dengan suhu 21–27 °C dan kelembapan 62–90 persen.
- Kota Solok: Berawan dengan suhu 20–26 °C dan kelembapan 58–85 persen.
- Kota Sawahlunto: Berawan dengan suhu 22–30 °C dan kelembapan 51–86 persen.
- Kota Padangpanjang: Berawan dengan suhu 18–24 °C dan kelembapan 64–99 persen.
- Kota Bukittinggi: Berawan dengan suhu 17–23 °C dan kelembapan 65–97 persen.
- Kota Payakumbuh: Berawan dengan suhu 19–28 °C dan kelembapan 54–93 persen.
- Kota Pariaman: Berawan dengan suhu 24–30 °C dan kelembapan 65–92 persen.
Data prakiraan cuaca ini menjadi panduan penting bagi masyarakat, khususnya wisatawan yang hendak mengunjungi destinasi unggulan di Kota Bukittinggi maupun Kota Padang Panjang yang dikenal memiliki suhu lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir seperti Kota Padang dan Kota Pariaman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (cr8)
Editor : Adetio Purtama