Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BRT Sumbar Disiapkan, Gubernur Mahyeldi Tetapkan Dua Kawasan Strategis Palapa dan Bukapalipatar

Hendra Efison • Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:53 WIB

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani, menjelaskan rancangan sistem transportasi untuk kawasan Palapa telah selesai disusun dengan empat jalur utama yang saling terhubung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani, menjelaskan rancangan sistem transportasi untuk kawasan Palapa telah selesai disusun dengan empat jalur utama yang saling terhubung.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah menyiapkan skema pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT) di dua kawasan dengan aktivitas antarwilayah yang tinggi.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (27/2/2026).

Dua kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan BRT adalah kawasan Palapa yang mencakup Padang–Lubuk Alung–Pariaman serta kawasan Bukapalipatar yang meliputi Bukittinggi, Agam, Padangpanjang, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Tanahdatar.

Mahyeldi menyatakan rencana tersebut telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan dan mendapat tanggapan yang baik, sementara kajian serta perencanaannya telah disiapkan oleh pemerintah provinsi.

Menurutnya, kebutuhan terhadap angkutan umum massal dengan standar layanan tinggi dan terintegrasi antarwilayah semakin mendesak seiring tingginya mobilitas masyarakat untuk bekerja, sekolah, berdagang, maupun berwisata di berbagai daerah di Sumbar.

Ia menegaskan pengembangan BRT diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional melalui sistem transportasi yang lebih terstruktur.

Untuk kawasan Bukapalipatar yang memiliki cakupan wilayah luas dan karakteristik mobilitas beragam, pengembangan akan dilakukan secara bertahap agar implementasinya berjalan terencana.

Pada tahap awal, fokus layanan diarahkan pada Trans Paliko yang melayani rute Payakumbuh–Limapuluh Kota sebagai koridor prioritas.

Sementara itu, di kawasan Palapa, layanan BRT dirancang menghubungkan sejumlah jalur penting dan terintegrasi dengan terminal serta simpul transportasi lainnya guna mendukung pergerakan penumpang lintas daerah.

Potensi penumpang pada kawasan ini diperkirakan dapat mencapai lebih dari 1,6 juta orang per tahun berdasarkan perencanaan yang telah disusun.

Mahyeldi menegaskan keberhasilan rencana pengembangan BRT membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya termasuk dalam skema tersebut agar pelaksanaannya berjalan bertahap dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang sehingga sistem transportasi yang dibangun benar-benar mampu menjawab kebutuhan mobilitas antarwilayah di Sumbar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani, menjelaskan rancangan sistem transportasi untuk kawasan Palapa telah selesai disusun dengan empat jalur utama yang menghubungkan Padang, Lubuk Alung, Sicincin, hingga Pariaman.

Untuk kawasan Bukapalipatar, pengembangan dilakukan dalam beberapa tahap dimulai dari koridor Bukittinggi–Agam–Padangpanjang, dilanjutkan Trans Paliko Payakumbuh–Limapuluh Kota, hingga koneksi Bukittinggi–Payakumbuh.

Dedi menambahkan dukungan administrasi telah disiapkan melalui surat gubernur terkait pengembangan angkutan perkotaan kawasan sebagai bagian dari kesiapan pengusulan ke pemerintah pusat.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam rencana pengembangan serta sejumlah jajaran OPD terkait sebagai bentuk komitmen bersama menghadirkan transportasi umum yang lebih baik di Sumbar.(*)

Editor : Hendra Efison
#BRT Sumbar #Trans Paliko #Bukapalipatar #palapa