Ground breaking menandai dimulainya proyek dan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Zigo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pekerjaan Umum atas komitmen membangun Sabo Dam di Gunung Marapi.
Menurutnya, pembangunan ini respons terhadap bencana banjir bandang dan galodo akibat erupsi Gunung Marapi pada 11 Mei 2024. Bencana tersebut merusak infrastruktur dan permukiman di Kabupaten Tanahdatar, meluapkan beberapa sungai yang berhulu ke Gunung Marapi, serta merusak rumah, sekolah, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.
Pembangunan Sabo Dam Tahap I 2025–2027
Zigo menjelaskan bahwa pemerintah merencanakan pembangunan total 56 unit Sabo Dam di Sumatera Barat secara bertahap.
Tahap I akan dilaksanakan pada 2025–2027, mencakup delapan unit Sabo Dam dan satu unit Series River Training Works.
Untuk Kabupaten Tanahdatar, pembangunan meliputi lima unit Sabo Dam, yakni tiga unit di Batang/ Sungai Malana, dua unit di Batang/ Sungai Anai, dan satu unit Series River Training Works di Sungai Batang Pagu-pagu, Kecamatan X Koto. Di Kabupaten Agam akan dibangun tiga unit Sabo Dam di Batang/Sungai Katik.
Pembangunan tahap awal ini dilaksanakan oleh Kontraktor Subur Berkah KSO dengan anggaran Rp249,8 miliar, dibagi selama tiga tahun pelaksanaan dengan total 739 hari kerja.
Zigo Rolanda menegaskan bahwa pembukaan blokir anggaran sempat terhambat oleh kebijakan efisiensi keuangan negara.
"Setelah melalui rapat kerja Komisi V bersama Kementerian PU dan dukungan Menteri PU serta Dirjen SDA, blokir anggaran dibuka dan pembangunan resmi dimulai," ungkapnya.
Ajakan Dukungan dari Masyarakat
Zigo mengajak masyarakat dan pemerintah daerah mendukung kelancaran pembangunan, termasuk proses pembebasan lahan.
"Proyek ini sangat penting untuk keselamatan masyarakat, pengamanan aliran sungai, dan perlindungan sawah dari dampak bencana lahar dingin," katanya.
Bupati Tanahdatar Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian PU dan anggota DPR RI atas dimulainya pembangunan Sabo Dam.
"Sayaminta seluruh OPD, Camat, dan Wali Nagari mengawal pelaksanaan proyek agar selesai tepat waktu," tegasnya.
Eka Putra juga menyampaikan usulan tambahan pembangunan Sabo Dam di lokasi terdampak bencana 2025 serta perbaikan ruas jalan provinsi dan pusat yang rusak.
Kapasitas dan Manfaat Sabo Dam
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembangunan tahap awal ini diperkirakan mampu menampung sedimen hingga 440 meter kubik.
Pembangunan Sabo Dam tahap awal direncanakan sebanyak delapan unit di dua kabupaten yang berhulu ke Gunung Marapi, yakni Tanahdatar dan Agam. Total keseluruhan di Sumatera Barat direncanakan 56 unit Sabo Dam.
Dody menambahkan, pembangunan ini bukan hanya untuk mitigasi banjir dan sedimen, tapi juga dapat mendukung ekonomi dan ketahanan pangan.
"Dukungan semua pihak, terutama masyarakat sangat penting, agar proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan, termasuk pembebasan lahan," katanya.(*)
Editor : Heri Sugiarto