Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

23 Gempa Guncang Sumbar Sepekan, BMKG Ungkap Penyebab dan Data Lengkapnya

Randi Zulfahli • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:53 WIB

BMKG Padangpanjang mencatat 23 gempa terjadi di Sumatera Barat dalam sepekan, dipicu aktivitas zona subduksi dan Sesar Sumatera.
BMKG Padangpanjang mencatat 23 gempa terjadi di Sumatera Barat dalam sepekan, dipicu aktivitas zona subduksi dan Sesar Sumatera.
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas kegempaan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang merilis laporan terbaru hasil pemantauan sepekan terakhir.

Berdasarkan hasil monitoring periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026, tercatat sebanyak 23 kejadian gempabumi terjadi di wilayah PGR VI.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa aktivitas gempa yang terjadi di Sumatera Barat dalam kurun waktu tersebut dipicu oleh dua faktor utama yang saling berkaitan.

“Gempabumi yang terjadi di wilayah PGR VI disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi dan aktivitas sesar Sumatera,” ujar Suaidi, Jumat (6/3/2026).

Dari total 23 kejadian gempa yang tercatat selama periode pengamatan tersebut, sebagian besar merupakan gempa dengan kekuatan relatif kecil yang tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.

Sebanyak 11 kejadian gempa tercatat memiliki magnitudo di bawah 3 atau M < 3, sedangkan 12 kejadian lainnya berada pada kategori gempa menengah dengan magnitudo antara 3 hingga 5 atau 3 ≤ M < 5.

Sepanjang periode pemantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tersebut, tidak ada satu pun kejadian gempa yang memiliki kekuatan di atas magnitudo 5 atau M ≥ 5.

Magnitudo terbesar yang tercatat selama periode tersebut mencapai M 4,2, sedangkan magnitudo terkecil berada pada angka M 2,3.

Rentang kekuatan gempa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat tetap terjadi secara konsisten dalam skala kecil hingga menengah, namun tidak menunjukkan indikasi kejadian gempa besar yang berpotensi menimbulkan dampak kerusakan.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenter, aktivitas kegempaan selama sepekan terakhir didominasi oleh gempa dangkal yang umumnya lebih sering terjadi di wilayah yang dipengaruhi aktivitas sesar maupun pergerakan lempeng.

Data pemantauan mencatat sebanyak 17 kejadian gempa memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer yang tergolong gempa dangkal.

Sementara itu, enam kejadian lainnya tergolong gempa menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.

Baca Juga: Penjualan Mobil di Sumbar Turun Tajam hingga 2025, Daihatsu Padang Bertahan dengan Market Share 14,30%

Berdasarkan data yang dirilis oleh BMKG, titik kedalaman terdalam selama periode tersebut tercatat mencapai 217 kilometer.

Adapun kedalaman paling dangkal yang terdeteksi berada pada 4 kilometer dari permukaan bumi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Sumatera Barat.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memastikan bahwa setiap informasi terkait aktivitas kegempaan diperoleh melalui kanal resmi milik BMKG guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Ikuti terus akun resmi kami untuk mendapatkan informasi terpercaya seputar BMKG di wilayah Sumatera Barat,” tutup Suaidi.(*)

Editor : Hendra Efison
#aktivitas gempa Sumatera Barat #gempa sumbar #data gempa terbaru Sumbar #BMKG Padangpanjang