Peringatan tersebut mencakup kemungkinan terjadinya hujan petir dan gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan yang menjadi jalur aktivitas nelayan maupun transportasi laut.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dirilis pada Senin (9/3/2026), kondisi cuaca pada 10 hingga 11 Maret diperkirakan didominasi oleh awan tebal dengan potensi hujan petir.
Wilayah yang diperkirakan terdampak kondisi cuaca tersebut meliputi perairan Agam hingga Pasaman Barat serta sejumlah kawasan di Kepulauan Mentawai.
Area di Kepulauan Mentawai yang berpotensi mengalami hujan petir antara lain wilayah Timur dan Barat Siberut, Timur dan Barat Sipora, serta Timur Pagai.
“Angin diprediksi bertiup dari arah Utara menuju Barat dengan kecepatan berkisar antara 1 hingga 7 knots,” ujar Sahat.
Memasuki pertengahan pekan, tepatnya pada 12 hingga 13 Maret 2026, potensi hujan petir diperkirakan bergeser ke wilayah perairan Padang hingga Padangpariaman.
Sementara itu, sejumlah wilayah perairan lainnya diprediksi hanya mengalami hujan ringan.
Selain kondisi cuaca, BMKG juga memantau potensi tinggi gelombang laut di wilayah perairan Sumatera Barat selama periode prakiraan tersebut.
Secara umum, tinggi gelombang laut berada pada kategori rendah hingga sedang, namun masyarakat diminta tetap waspada karena gelombang berpotensi mencapai ketinggian hingga 2,5 meter di beberapa wilayah.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5 meter meliputi hampir seluruh perairan dalam di Sumatera Barat.
Area tersebut mencakup perairan Agam hingga kawasan Barat dan Timur Kepulauan Mentawai, termasuk wilayah Siberut, Sipora, dan Pagai.
BMKG memperkirakan kondisi gelombang laut dengan kategori sedang tersebut dapat berlangsung hingga Jumat pagi, 13 Maret 2026.
Selain itu, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis prakiraan pasang surut air laut yang perlu diperhatikan masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut.
Untuk tanggal 10 Maret 2026, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pagi hingga menjelang siang hari sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Pasang maksimum berikutnya diperkirakan terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.
Sementara itu, kondisi surut diprediksi terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 WIB serta pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB.
BMKG mengimbau nelayan, operator transportasi laut, serta masyarakat pesisir di wilayah Sumatera Barat untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim.
Informasi terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG di laman maritim.bmkg.go.id guna memastikan keselamatan aktivitas di laut selama periode prakiraan tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison