Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemprov Sumbar Imbau Pemudik Hindari Jalur Malalak Saat Mudik

Mengki Kurniawan • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:39 WIB

Dinas BMCKTR Sumbar mengimbau pemudik tidak menggunakan jalur Malalak karena rawan longsor. Pemudik disarankan memilih jalur utama via Lembah Anai. (AI)
Dinas BMCKTR Sumbar mengimbau pemudik tidak menggunakan jalur Malalak karena rawan longsor. Pemudik disarankan memilih jalur utama via Lembah Anai. (AI)
PADEK.JAWAPOS.COM–Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk tidak menggunakan jalur Malalak sebagai rute utama.

Imbauan ini disampaikan karena kondisi cuaca dan struktur tanah di kawasan tersebut masih rawan terjadi longsor susulan.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dinas BMCKTR Sumbar, Tommy Prima Putra, mengatakan secara fisik jalur Malalak memang sudah dapat dilalui kendaraan.

Namun demikian, risiko keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama karena karakteristik wilayah tersebut memiliki tebing curam yang rentan terhadap pergerakan tanah.

“Kondisi di jalur Malalak saat ini memang sudah terbuka dan bisa dilalui. Namun, kami sangat tidak menyarankan pemudik lewat sana karena cuaca di Sumatera Barat saat ini sulit diprediksi dan sering hujan lebat. Risiko longsor sewaktu-waktu masih sangat tinggi,” ujar Tommy di Padang, Senin (16/3/2026).

Disarankan Gunakan Jalur Lembah Anai

Sebagai alternatif utama, Dinas BMCKTR Sumbar menyarankan pemudik untuk menggunakan jalur Lembah Anai.

Meskipun kawasan tersebut masih dalam tahap perbaikan pascabencana, jalur ini dinilai lebih terkendali dari sisi pengawasan dan penanganan teknis dibandingkan jalur Malalak yang memiliki kondisi medan lebih ekstrem.

Tommy menjelaskan bahwa koordinasi di lapangan terus dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar meskipun masih terdapat pengerjaan jalan.

“Kami sarankan pemudik tetap menggunakan jalur utama via Lembah Anai. Meski di sana masih ada pengerjaan jalan pascabencana, namun secara keamanan jauh lebih baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum dibandingkan mengambil risiko di Malalak,” ujarnya.

Koordinasi Lintas Sektor dan Antisipasi Longsor

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga melakukan koordinasi lintas sektor dalam memantau kesiapan jalur transportasi selama periode mudik.

Koordinasi tersebut melibatkan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pekerjaan Umum provinsi, serta dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota.

Selain jalur Malalak, perhatian juga diarahkan pada wilayah lain yang memiliki titik rawan longsor dan jalan terban, seperti di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

Beberapa ruas jalan di wilayah tersebut sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang amblas, sehingga memerlukan pengawasan tambahan selama masa mudik.

Alat Berat Disiagakan di Titik Strategis

Untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat, Dinas BMCKTR bersama mitra kerja menyiagakan alat berat di sejumlah titik strategis.

Salah satu lokasi penempatan alat berat berada di kawasan Lukus Karting agar penanganan longsor susulan dapat dilakukan dengan cepat.

Selain itu, alat berat juga ditempatkan di beberapa kantor wilayah seperti Payakumbuh dan Tanahdatar guna menjangkau ruas jalan dengan medan sulit.

Penempatan ini dilakukan untuk memastikan penanganan gangguan jalan akibat faktor alam dapat segera dilakukan sehingga mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Pihak dinas juga mengimbau masyarakat agar selalu memperbarui informasi kondisi jalan melalui saluran resmi pemerintah atau media massa sebelum melakukan perjalanan mudik.(*)

Editor : Hendra Efison
#mudik Sumbar 2026 #jalur Malalak rawan longsor #Jalur Lembah Anai