PADEK.JAWAPOS.COM-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 18.21.11 WIB di wilayah timur Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di koordinat 2,04 LS dan 100,06 BT dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah di Sumbar, termasuk Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, Kota Pariaman, hingga Bukittinggi.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan kepada Padang Ekspres bahwa gempa ini memiliki parameter awal magnitudo 5,7 yang kemudian diupdate 5,4.
Episenter gempa berada sekitar 52 kilometer timur Tuapejat, Sumatera Barat, dengan kedalaman dangkal, yakni 10 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," katanya.
Wilayah yang Merasakan Getaran
Berdasarkan laporan BMKG, gempa dirasakan di beberapa wilayah dengan skala intensitas berbeda. Di Kota Padang, Kabupaten Padangppariaman, dan Kota Pariaman, getaran dirasakan dengan intensitas III-IV MMI.
Sementara itu, di Kabupaten Solok dan Kota Solok, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI.
Untuk wilayah Kota Bukittinggi dan Kota Padangpanjang, getaran dilaporkan berada pada skala II MMI, yang umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan bergoyang. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
Parameter Teknis Gempa
BMKG mencatat bahwa gempa ini terjadi pada koordinat 2,04 Lintang Selatan dan 100,06 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di sekitar 52 kilometer timur Tuapejat, Sumatera Barat.
Dengan kedalaman 10 kilometer, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang berpotensi dirasakan lebih luas oleh masyarakat di sekitar wilayah episenter.
"Hingga pukul 18.43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock )," kata Rahmat.(*)
Editor : Heri Sugiarto