PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk tujuh kota di Sumatera Barat pada Rabu (8/4/2026). Secara umum, kondisi cuaca di wilayah ini didominasi awan tebal sepanjang hari dengan potensi hujan ringan pada siang hingga malam hari.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat hari ini berada pada kisaran 18 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi antara 61 hingga 99 persen. Kondisi atmosfer yang lembap tersebut memungkinkan terjadinya hujan, meskipun belum ada peringatan dini untuk hujan dengan intensitas lebat.
Di sejumlah wilayah dataran tinggi, kelembapan udara bahkan tercatat berada pada titik terendah dibandingkan daerah lainnya, meskipun tetap dalam kategori tinggi secara umum.
Baca Juga: Harga Minyak Turun dan Pasar Saham Menguat Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Adapun rincian prakiraan cuaca di tujuh kota utama di Sumatera Barat adalah sebagai berikut:
-
Padang: Berawan, suhu 21–28 °C, kelembapan 61–90 persen
-
Solok: Berawan, suhu 20–28 °C, kelembapan 54–90 persen
-
Sawahlunto: Berawan, suhu 23–31 °C, kelembapan 49–88 persen
-
Padangpanjang: Berawan, suhu 19–25 °C, kelembapan 62–95 persen
-
Bukittinggi: Berawan, suhu 17–25 °C, kelembapan 63–98 persen
-
Payakumbuh: Berawan, suhu 20–28 °C, kelembapan 58–93 persen
-
Pariaman: Berawan, suhu 25–30 °C, kelembapan 61–89 persen
Dari data tersebut, Kota Bukittinggi tercatat sebagai wilayah dengan suhu terendah, yakni mencapai 17 derajat Celsius. Sementara itu, suhu tertinggi terjadi di Kota Sawahlunto yang menyentuh 31 derajat Celsius.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu Setelah Mediasi Pakistan
BMKG mengimbau masyarakat, baik yang berada di wilayah pesisir maupun pegunungan, untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Tingginya kelembapan udara juga dapat memengaruhi kondisi fisik, sehingga masyarakat disarankan menjaga kesehatan serta mempersiapkan perlengkapan yang sesuai saat beraktivitas di luar ruangan.
Dengan kondisi cuaca yang cenderung dinamis, masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru dari BMKG guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)
Editor : Adetio Purtama