PADANG – Kenaikan harga plastik kemasan mulai berdampak langsung pada harga sembako di pasar tradisional Kota Padang. Sejumlah kebutuhan dapur pokok dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan di Pasar Raya Padang, Minggu (19/4/2026), lonjakan harga terjadi pada barang yang dijual dalam kemasan eceran maupun bungkusan kecil. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang bergantung pada kebutuhan pokok harian.
Ading (20), pedagang sembako di kawasan Pasar Raya Padang, mengatakan mayoritas produk yang dijual mengalami penyesuaian harga. Kenaikan terjadi pada minyak goreng, gula pasir, kopi, hingga bumbu dapur kemasan saset.
"Saat ini memang mayoritas harga sembako dan bahan dapur sedang naik. Mulai dari bumbu saset, gula pasir, kopi, dan beberapa produk lainnya semuanya ikut merangkak naik dibandingkan minggu lalu," ujar Ading.
Baca Juga: Pasar Raya Padang Sepi, Pedagang Sayur Rugi Akibat Daya Beli Turun
Dampak Kenaikan Plastik Kemasan
Ading menjelaskan, kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya operasional pengemasan. Plastik menjadi komponen utama dalam distribusi eceran, sehingga pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.
"Kenaikan ini tidak terlepas dari harga plastik yang naik belakangan ini. Plastik itu modal utama kami untuk membungkus gula, bumbu, dan minyak. Kalau plastiknya mahal, otomatis harga jual barang di dalamnya juga harus disesuaikan," katanya.
Salah satu komoditas yang paling terasa kenaikannya adalah minyak goreng. Di pasar, harga minyak goreng tercatat naik hingga Rp2.000 per liter atau per kemasan dibandingkan harga sebelumnya.
Selain itu, sejumlah bahan pokok lain juga mengalami kenaikan bervariasi. Untuk komoditas selain minyak goreng, rata-rata kenaikan berada di kisaran Rp500 hingga Rp2.000.
Baca Juga: Harga Cabai Padang Mulai Naik, Pasokan Seret Picu Kenaikan di Pasar Raya
Daya Beli Warga Tertekan
Meski kenaikan terlihat kecil per item, akumulasi dari berbagai kebutuhan dapur membuat beban pengeluaran masyarakat meningkat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.
Kenaikan harga plastik kemasan disebut menjadi efek domino dari biaya produksi di tingkat pabrik hingga distribusi. Jenis plastik bening dan plastik kresek yang umum digunakan pedagang eceran menjadi yang paling terdampak.
Kondisi ini membuat pedagang harus menyiasati penjualan. Sebagian tetap mempertahankan porsi barang, namun menaikkan harga jual demi menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
Di sisi lain, pembeli mulai mengeluhkan kenaikan harga yang terjadi hampir bersamaan pada berbagai kebutuhan pokok. Warga berharap adanya pemantauan dari pemerintah daerah terhadap stabilitas harga di pasar.
Hingga Minggu (19/4/2026), aktivitas jual beli di Pasar Raya Padang masih berlangsung normal meski diiringi keluhan terkait harga. Pedagang berharap harga plastik segera stabil agar harga sembako kembali terjangkau.(*)
Editor : Hendra Efison