Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BNPB Perluas Huntap Sepablock untuk Pemulihan di Limapuluh Kota dan Agam

Hendra Efison • Minggu, 19 April 2026 | 17:11 WIB
Pembangunan di Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026), ditandai peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.
Pembangunan di Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026), ditandai peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.

GUNUANG OMEH—Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat terus dipercepat melalui pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri berbasis Sepablock oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB memperluas pembangunan huntap mandiri ke Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam setelah sebelumnya diterapkan di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman. Program ini memanfaatkan Sepablock, bata interlock produksi PT Semen Padang.

Pembangunan di Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026), ditandai peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.

Baca Juga: Peringatan BMKG: Gelombang Hingga 4 Meter Ancam Perairan Sumbar

Kegiatan tersebut dihadiri kepala OPD Pemkab Limapuluh Kota, tokoh masyarakat, serta perwakilan PT Semen Padang, termasuk Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi Yelmi Arya Putra.

Sementara itu, peletakan batu pertama di Kabupaten Agam dilakukan Kamis (16/4/2026) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Acara dihadiri Sestama BNPB Rustian, Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal, serta Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Sembako di Pasar Raya Padang Ikut Merangkak

Keunggulan Sepablock untuk Huntap

Rustian menjelaskan penggunaan Sepablock didasarkan pada sejumlah keunggulan, antara lain ramah lingkungan, bentuk estetis, dan proses pemasangan lebih cepat dibanding metode konvensional.

Selain itu, struktur bangunan dinilai lebih ramah terhadap gempa sehingga sesuai untuk wilayah rawan bencana seperti Sumatera Barat. Ia menegaskan kebutuhan solusi hunian yang cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Dengan penggunaan Sepablock, waktu pembangunan huntap dapat dipangkas secara signifikan sehingga masyarakat yang masih tinggal di hunian sementara bisa segera menempati rumah permanen,” ujarnya.

Baca Juga: Pasar Raya Padang Sepi, Pedagang Sayur Rugi Akibat Daya Beli Turun

Rustian juga menyebut pemanfaatan Sepablock tidak hanya dilakukan BNPB. Sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi dan kalangan dunia usaha melalui Kadin turut menggunakan produk tersebut dalam pembangunan huntap di berbagai daerah terdampak.

BNPB juga berencana memperluas penggunaan Sepablock ke luar Sumatera Barat, termasuk ke Aceh dan Sumatera Utara yang mengalami bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Pasar Raya Padang Sepi, Pedagang Sayur Rugi Akibat Daya Beli Turun

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam pembangunan huntap mandiri. Menurutnya, konsep ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat, terutama yang memiliki lahan sendiri.

Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal menilai huntap mandiri lebih fleksibel dibandingkan hunian terpadu karena dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam Rinaldi menambahkan, total huntap mandiri yang dibangun BNPB di Agam mencapai 1.089 unit.(*)

Editor : Hendra Efison
#BNPB huntap Sepablock #huntap Sumatera Barat #pemulihan pascabencana Sumbar #SEPABLOCK Semen Padang