PADANG — Badan Gizi Nasional (BGN) melalui kegiatan “Sinergi Ekonomi Kerakyatan” pada 22–23 April 2026 di Sumatera Barat memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascabencana guna menjaga rantai pasok dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Program MBG ditargetkan menjangkau 92 juta penerima manfaat pada 2029 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyatakan program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki proyeksi peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul dan ditargetkan mampu menjangkau 92 juta penerima manfaat pada 2029,” ujarnya di Youth Center Padang, Rabu (22/4).
Baca Juga: Lima Perempuan Indonesia dari Atlet hingga Diplomat Bahas Kepercayaan Diri di Diskusi ParagonCorp
Ia menjelaskan, dinamika bencana alam pada akhir 2025 berdampak pada kerusakan lingkungan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk rantai pasok program MBG.
“Kondisi tersebut membutuhkan intervensi pemerintah pusat melalui fasilitasi pemberdayaan dan pemulihan ekonomi masyarakat di lokasi pascabencana,” kata Tengku Syahdana.
BGN melakukan langkah konkret melalui kolaborasi lintas pihak, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk Koordinator Pelaksana Program Gizi (KPPG), pimpinan regional, hingga koordinator wilayah dan kecamatan.
Kegiatan ini mencakup dialog dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, kunjungan ke supplier bahan pangan terdampak, serta pelaksanaan pasar murah untuk mendukung distribusi dan promosi produk lokal.
Baca Juga: 15 Sekolah Terdampak Bencana Direvitalisasi
Menurut Tengku Syahdana, penguatan sinergi diperlukan untuk menjaga efektivitas program MBG, khususnya di wilayah terdampak bencana.
“Penting untuk memperkuat rantai pasok antara SPPG dan pelaku ekonomi lokal serta mendorong komitmen bersama dalam pemulihan ekonomi,” ujarnya.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung supplier yang terdampak bencana agar kembali beroperasi dan menjaga stabilitas pasokan bahan pangan.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengonsolidasikan para pemangku kepentingan di tingkat lokal guna memperkuat implementasi MBG secara berkelanjutan.
BGN menargetkan kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di daerah lain.
Melalui penguatan program MBG, pemerintah diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengurangan kemiskinan dan stunting di wilayah terdampak bencana.(*)