PADEK.JAWAPOS.COM— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan 57 kafilah terbaik untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Kamis (30/4/2026). Penetapan ini menandai berakhirnya seleksi sekaligus awal pembinaan intensif menuju ajang nasional.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menyatakan proses seleksi menjadi titik awal penguatan kesiapan kontingen. Ia menegaskan, pembinaan lanjutan akan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan mental peserta.
“Proses seleksi ini adalah titik tolak untuk mempersiapkan para kafilah agar lebih matang dan mampu meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Sebanyak 163 peserta mengikuti seleksi selama tiga hari, 28–30 April 2026. Mereka merupakan peserta berprestasi, di antaranya pernah masuk enam besar MTQ Nasional sebelumnya, STQ Nasional 2025, juara MTQ Sumbar ke-41 di Bukittinggi, serta juara nasional PTQ RRI 2026.
Dari hasil penilaian, panitia menetapkan 57 peserta terbaik untuk mengikuti 28 cabang dan golongan lomba pada MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung 11–20 September 2026 di Semarang.
Edi Dharma menekankan pentingnya kesiapan mental sebagai faktor penentu selain kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Ia meminta seluruh kafilah, pelatih, dan pendamping membangun mental juara sejak awal.
“Tidak ada pilihan lain selain siap menjadi pemenang. Mentalitas juara harus dimiliki seluruh tim,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan status sebagai kafilah terpilih membawa tanggung jawab menjaga nama baik daerah. Evaluasi akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan pergantian peserta jika tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca Juga: Kenzie Raih Juara II MTQ Tingkat Sumbar
Pemprov Sumbar telah menyiapkan tiga tahap pemusatan latihan (training center/TC) sebelum keberangkatan, dengan skema dua kali tatap muka dan satu kali daring.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan konsistensi latihan dan kesiapan menghadapi kompetisi nasional.
Seleksi ketat dan pembinaan berkelanjutan ini menjadi bagian dari strategi Sumbar dalam mempertahankan prestasi di ajang MTQ tingkat nasional.
Kesiapan yang matang dinilai berpotensi meningkatkan daya saing kafilah sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai daerah dengan tradisi kuat dalam syiar Al-Qur’an.
Baca Juga: Tanahdatar Dikunjungi Menpar, Istano Pagaruyung Disiapkan untuk Wisata Gastronomi
Edi Dharma juga menyampaikan apresiasi kepada LPTQ pusat dan daerah, tim pelatih, serta panitia yang telah menyukseskan proses seleksi.
“Kerja kolektif ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kafilah terbaik Sumatera Barat,” katanya.
Ke depan, pembinaan intensif diharapkan mampu meningkatkan kualitas kafilah, sehingga Sumbar dapat meraih hasil optimal sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di daerah.(*)
Editor : Hendra Efison