Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

HGI dan Polda Sumbar Gelar Seminar Literasi Digital, Soroti Risiko Aktivitas Online bagi Generasi Muda

Adetio Purtama • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:30 WIB
HGI bersama Polda Sumatera Barat menggelar seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda” di Ballroom Hotel Santika Padang, Selasa (12/5/2026). (FOTO PRIBADI)
HGI bersama Polda Sumatera Barat menggelar seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda” di Ballroom Hotel Santika Padang, Selasa (12/5/2026). (FOTO PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COM—Meningkatnya aktivitas digital di kalangan generasi muda mendorong berbagai pihak untuk memperkuat edukasi dan literasi digital di tengah masyarakat.

Kekhawatiran terhadap penyalahgunaan platform online hingga pola interaksi digital yang tidak sehat menjadi perhatian serius, khususnya terkait dampaknya terhadap psikologis dan kehidupan sosial anak muda.

Berangkat dari kondisi tersebut, HGI bersama Polda Sumatera Barat menggelar seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda” di Ballroom Hotel Santika Padang, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Ketika Asrama Tak Lagi Menjadi Tempat Aman

Seminar yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu menjadi ruang diskusi terkait pentingnya membangun kesadaran digital, kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan platform online yang lebih sehat dan bertanggung jawab di era digital saat ini.

Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, Universitas Andalas, serta sejumlah institusi pendidikan lainnya di Sumatera Barat.

Seminar ini turut menghadirkan berbagai narasumber dari unsur kepolisian, ahli hukum ITE, praktisi hukum, hingga akademisi untuk membahas tantangan aktivitas digital modern yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.

Baca Juga: Fadly Amran Terima Bantuan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta untuk Korban Bencana Padang

Dalam sesi diskusi, para pembicara menyoroti bahwa aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan sosial masyarakat apabila tidak diimbangi dengan kesadaran digital yang baik.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas digital ilegal yang kini semakin mudah diakses melalui platform online.

“Aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu kecanduan, gangguan mental, hingga tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca Juga: Pasar Murah Dharmasraya Diserbu Warga Meski Hujan, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih bijak menggunakan platform digital dan tidak mudah tergiur aktivitas online yang menawarkan keuntungan instan.

Senada dengan itu, ahli hukum ITE Ryan Abdisa Sukmadja menilai peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat di era teknologi saat ini.

“Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” jelasnya.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Optimalkan Distribusi di Tengah Lonjakan Penebusan Pupuk Subsidi

Menurut Ryan, terciptanya ruang digital yang sehat membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, platform digital, komunitas, hingga masyarakat secara bersama-sama.

Sementara itu, perwakilan HGI, Ray, menilai fenomena penyalahgunaan ruang digital tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi semata. Menurutnya, dibutuhkan penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.

“Kolaborasi bersama Polda Sumatera Barat menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem digital dan komunitas yang lebih sehat, edukatif, serta positif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Yudi Indra Syani Resmi Kadishub Padang, Fadly Amran Minta Atasi Macet dan Parkir Liar

Ia menambahkan bahwa industri digital dan platform online juga memiliki tanggung jawab dalam membangun budaya penggunaan teknologi yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait fenomena digital dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kecanduan media sosial, manipulasi informasi, hingga dampak psikologis akibat penggunaan teknologi secara berlebihan.

Sejumlah peserta menilai kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pentingnya memahami risiko di ruang digital sekaligus memanfaatkan teknologi secara lebih bijak, sehat, dan produktif.

Melalui seminar ini, HGI dan Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital dapat terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang menjadi kelompok paling aktif dalam penggunaan teknologi digital. (*)

Editor : Adetio Purtama
#HGI #seminar literasi digital #polda sumbar