PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pertanian melalui Kementerian Pertanian dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus mempercepat rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan serta membantu petani segera kembali beraktivitas di lahan mereka.
Menurut data Kementerian Pertanian, total lahan sawah yang terdampak mencapai 6.451 hektare, tersebar di 14 kabupaten/kota.
Penanganan difokuskan pada lahan rusak ringan dan sedang agar proses produksi dapat pulih secepat mungkin.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemulihan lahan pascabencana merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan petani.
“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat,” jelasnya.
Kebijakan ini mencakup pembiayaan rehabilitasi lahan, penataan irigasi, hingga penyediaan sarana produksi pertanian.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry menyampaikan bahwa BRMP memiliki mandat untuk memastikan seluruh program pemulihan Kementerian Pertanian berjalan optimal.
“BRMP hadir untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis penerapan teknologi pertanian sesuai kondisi spesifik lokasi,” ujar Fadjry, Senin (18/5) di Jakarta.
Pendampingan diberikan mulai dari identifikasi kerusakan, perencanaan rehabilitasi, hingga pendampingan budidaya di lapangan.
BRMP Sumbar bekerja sama dengan pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan direktorat teknis untuk memastikan pemulihan berjalan terpadu.
Proses rehabilitasi meliputi pembersihan lahan terdampak, pengambilan sampel tanah, penyusunan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi, dan pengolahan lahan serta penataan drainase dan irigasi serta pendampingan budidaya hingga lahan kembali produktif
Pengambilan sampel tanah dilakukan di sejumlah wilayah terdampak untuk mengetahui perubahan fisik, kimia, dan biologi tanah akibat banjir dan endapan material.
Kepala BRMP Sumbar, Salwati, menjelaskan bahwa hasil laboratorium menjadi dasar penyusunan rekomendasi pemulihan yang tepat sasaran.
“Kami berharap pemulihan lahan pertanian dapat berlangsung lebih cepat sehingga produktivitas sawah masyarakat kembali optimal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Hingga saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan sawah di Sumatera Barat telah memasuki tahap pemulihan setelah melalui proses identifikasi dan penanganan awal.
Pemerintah menargetkan seluruh lahan terdampak dapat dipulihkan secara bertahap dalam waktu dekat.(*)
Editor : Heri Sugiarto