Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Update Pemulihan Listrik Sumbar: PLN Targetkan Dua PLTU Sinkron Malam Ini Pukul 21.00 WIB

Heri Sugiarto • Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45 WIB
Petugas teknis PLN melakukan proses pemulihan pasokan listrik yang mengalami pemadaman di wilayah Sumatera Barat sejak Jumat malam (22/5/2026).
Petugas teknis PLN melakukan proses pemulihan pasokan listrik yang mengalami pemadaman di wilayah Sumatera Barat sejak Jumat malam (22/5/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM-Proses pemulihan pasokan listrik yang mengalami pemadaman di wilayah Sumatera Barat sejak Jumat malam (22/5/2026) akibat gangguan SUTET Muara Bungo kini telah mencapai 70 persen. 

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar tengah memacu sinkronisasi PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin yang ditargetkan rampung hingga pukul 21.00 WIB malam ini (23/5/2026) guna menghindari pemadaman listrik di sejumlah wilayah. 

Hingga Sabtu sore (23/5/2026), pasokan daya terus dioptimalkan secara bertahap demi memastikan aktivitas warga kembali normal.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim mengatakan, gangguan listrik massal ini dipicu oleh cuaca buruk yang mengenai Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo – Sungai Rumbai pada Jumat pukul 18.44 WIB. Akibatnya, sistem transmisi dan pembangkitan di beberapa wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat terganggu.

Kerja keras tim lapangan PLN sejak tadi malam mulai membuahkan hasil. Berdasarkan pembaruan data teknis, infrastruktur utama distribusi kini sudah berangsur pulih.

"Dari total 21 gardu induk yang terdampak gangguan, seluruhnya kini telah berhasil diaktifkan kembali. Sementara itu, untuk jalur penyulang (feeder), sebanyak 287 penyulang dari total 394 yang terdampak sudah beroperasi normal untuk menyalurkan energi ke rumah-rumah pelanggan," kata Arjun.

Meskipun sebagian besar wilayah sudah kembali menyala, kondisi kecukupan daya sistem kelistrikan Sumatera Barat saat ini baru mencapai 70 persen.

PLN mengonfirmasi bahwa sistem masih mengalami defisit atau kekurangan daya sebesar 240 MW.

Untuk menutup kekurangan tersebut, langkah penormalan kini berfokus pada dua agenda krusial, yakni menunggu tambahan pasokan daya dari sistem interkoneksi SBS yang diperkirakan masuk secara bertahap hingga pukul 19.00 WIB.

Selain itu, sinkronisasi untuk dua pembangkit utama, yaitu PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin, yang sedang dipacu dengan target interkoneksi penuh hingga pukul 21.00 WIB.

Jika proses sinkronisasi pembangkit dan pasokan daya dari SBS belum mampu memenuhi lonjakan beban puncak malam ini, PLN terpaksa akan menerapkan manajemen beban (manual load shedding/MLS) atau pemadaman bergilir sementara.

Langkah darurat tersebut diambil demi menjaga kestabilan sirkuit agar tidak terjadi gangguan yang lebih luas. "Jadwal resmi terkait wilayah yang terdampak MLS akan diumumkan secara berkala," katanya.

Ajrun Karim, menegaskan bahwa seluruh personel teknis disiagakan penuh di titik-titik rawan. Fokus utama perusahaan adalah mengembalikan keandalan listrik tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

"PLN terus mengoptimalkan proses penormalan sistem kelistrikan agar seluruh pelanggan dapat segera kembali menikmati pasokan listrik secara normal dan andal," ujar Ajrun Karim dalam keterangannya.

Manajemen PLN menyampaikan apresiasi mendalam atas ketahanan dan kerja sama warga Sumbar yang tetap tenang selama masa pemulihan teknis berlangsung.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#listrik padam sumatera barat #kapan listrik hidup di Padang #penyebab listrik mati sumbar #manual load shedding pln #PLN UID Sumbar