PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sejumlah sekolah dan rumah ibadah yang berada di sekitar jalur rel aktif di Kota Padang, Sabtu (23/5). Kegiatan tersebut dibarengi dengan penyaluran bantuan CSR berupa perlengkapan olahraga dan sarana ibadah.
Program bertajuk “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah” itu menjadi bagian dari langkah preventif KAI Divre II Sumbar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan perlintasan dan jalur kereta api.
Kegiatan menyasar sejumlah lokasi yang berada dekat lintasan aktif kereta api, di antaranya SD IT Arroyan di Kecamatan Lubuk Begalung, Mushollah Ramadhan di Limau Manis Selatan, Mushollah Al Jannah di Gadut Lubuk Kilangan, Masjid Darul Islah, serta Mushollah Jabal Rahmah di kawasan Pauh, Kota Padang.
Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu bersama jajaran pengamanan dan Babin Pembina Polsuska Aiptu Robi Kentoro turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Ekonom Soroti Kejanggalan Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Dinilai Perlu Dikaji Ulang
KAI Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur Rel
Dalam sesi edukasi, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar jalur rel.
“Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat,” ujar Jeni.
Para siswa dan warga diberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas berbahaya yang dilarang di area rel kereta api, seperti bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di jalur aktif.
KAI juga mengingatkan pentingnya disiplin saat melewati perlintasan sebidang dengan cara berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.
Baca Juga: Dony Oskaria Kecam Kriminalisasi Kakek Mujiran, PTPN Diminta Cabut Laporan dan Beri Pekerjaan
“Palang pintu hanyalah alat bantu keselamatan. Faktor utama tetap kewaspadaan pengguna jalan,” jelas Jeni dalam sosialisasi tersebut.
Sekolah dan Warga Sambut Positif Program KAI
Kepala Sekolah SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi, S.Pd., mengapresiasi langkah KAI Divre II Sumbar yang memberikan edukasi langsung kepada siswa mengenai bahaya aktivitas di sekitar rel kereta api.
Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk membentuk budaya disiplin dan keselamatan sejak usia dini.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi juga membentuk perilaku disiplin siswa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi interaktif dan tanya jawab. Sejumlah siswa yang mampu menjawab pertanyaan terkait keselamatan perjalanan kereta api juga mendapatkan hadiah dari KAI Divre II Sumbar.
Baca Juga: BPJS Gratis di Padang Sudah Dinikmati 53.264 Warga, Kuota Tersisa 26.556
Sementara itu, Pengurus Mushollah Al Jannah, Rohadi, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal dekat jalur rel aktif.
“Kegiatan ini membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api,” ujarnya.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan program tersebut merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi keselamatan di lingkungan sekitar,” kata Reza.
KAI Divre II Sumbar berharap sinergi antara operator kereta api, sekolah, tokoh masyarakat, dan warga dapat menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman dan tertib di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison