Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gelombang Tinggi Sumbar Capai 4 Meter, BMKG Minta Nelayan dan Pelayaran Waspada 4-7 Juni 2026

Randi Zulfahli • Rabu, 3 Juni 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di laut. BMKG Maritim Teluk Bayur memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat pada 4-7 Juni 2026.
Ilustrasi gelombang tinggi di laut. BMKG Maritim Teluk Bayur memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat pada 4-7 Juni 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM – Potensi Gelombang Tinggi Sumbar mencapai 4 meter diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat pada 4 hingga 7 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengimbau nelayan, pelaut, dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang diprediksi memburuk pada akhir periode prakiraan.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui prakiraan cuaca maritim yang berlaku mulai Kamis (4/6/2026) hingga Minggu (7/6/2026). Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tertinggi berada di perairan Timur Pagai dan Barat Pagai, Kepulauan Mentawai.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan peningkatan tinggi gelombang terjadi secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, seluruh pengguna jasa transportasi laut diminta memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar.

Baca Juga: Penertiban PKL Padang, Satpol PP Amankan Lapak dan Perlengkapan Dagang di Koto Tangah

"Kondisi perairan Sumatera Barat mengalami peningkatan drastis, terutama pada periode 6 hingga 7 Juni 2026, di mana potensi tinggi gelombang dapat mencapai 4,0 meter di perairan Timur Pagai dan Barat Pagai," ujar Sahat Mauli Pasaribu, Rabu (3/6/2026).

Gelombang Tinggi Sumbar Mulai Terlihat Sejak 4 Juni

BMKG mencatat kondisi cuaca pada periode pertama, yakni 4 Juni pukul 07.00 WIB hingga 5 Juni pukul 06.00 WIB, didominasi awan tebal dengan arah angin bertiup dari Tenggara hingga Timur berkecepatan 2 hingga 10 knot.

Pada periode ini, tinggi gelombang masih berada dalam kategori rendah hingga sedang. Namun, beberapa wilayah sudah berpotensi mengalami gelombang hingga 2,5 meter.

Wilayah tersebut meliputi perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Kondisi ini menjadi sinyal awal peningkatan aktivitas gelombang di wilayah perairan Sumatera Barat.

Selanjutnya, pada periode 5 Juni hingga 6 Juni 2026, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. BMKG memperkirakan hujan ringan berpotensi terjadi di perairan Timur Pagai.

Baca Juga: Diduga Praktik Kumpul Kebo, Rumah Janda di Kototangah Padang Digerebek Warga

Kecepatan angin pada periode ini berkisar antara 3 hingga 8 knot dari arah Tenggara hingga Timur Laut. Sementara itu, area yang berpotensi mengalami gelombang 2,5 meter semakin meluas.

Perairan Mentawai Jadi Wilayah Paling Berisiko

BMKG mencatat potensi gelombang 2,5 meter pada periode kedua mencakup perairan Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.

Kondisi paling signifikan diperkirakan terjadi pada periode ketiga yang berlangsung mulai 6 Juni pukul 07.00 WIB hingga 7 Juni pukul 06.00 WIB. Pada fase ini, tinggi gelombang meningkat ke kategori sedang hingga tinggi.

Selain itu, hujan ringan diprakirakan turun di sejumlah wilayah perairan, antara lain Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, Timur Siberut, dan Timur Pagai.

BMKG memperkirakan gelombang setinggi 2,5 meter akan terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Barat Siberut, dan Barat Sipora.

Baca Juga: Lomba Cerdas Quran Pariaman 2026 Diikuti 273 Pelajar, Dukung Program Satu Rumah Satu Hafiz

Namun, wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus adalah perairan Timur Pagai dan Barat Pagai. Di dua kawasan tersebut, tinggi gelombang berpotensi mencapai 4 meter yang tergolong berbahaya bagi kapal nelayan, kapal wisata, maupun kapal berukuran kecil.

BMKG Imbau Pelaut Pantau Cuaca Secara Berkala

Selain prakiraan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis informasi pasang surut laut untuk 4 Juni 2026. Air laut diperkirakan mengalami pasang pada pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.

Sementara itu, kondisi surut diprediksi terjadi pada pukul 01.00 hingga 03.00 WIB dan kembali surut pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Informasi tersebut penting bagi aktivitas pelabuhan, nelayan, tambak, dan operasional kapal di wilayah pesisir Sumatera Barat.

BMKG mengingatkan seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut agar tidak mengabaikan informasi cuaca maritim. Pemantauan cuaca secara berkala menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan pelayaran.

Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca maritim terbaru melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh pembaruan kondisi gelombang, arah angin, dan potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
#gelombang 4 meter #BMKG Teluk Bayur #gelombang tinggi Sumbar #cuaca maritim Sumbar #perairan Mentawai