PADEK.JAWAPOS.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang merilis data resmi aktivitas seismik mingguan untuk wilayah PGR VI.
Selama periode 29 Mei hingga 4 Juni 2026, sebanyak 17 kejadian gempa bumi berhasil direkam oleh sistem pemantauan stasiun tersebut. Seluruh kejadian berlangsung tanpa ada satu pun yang dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menyatakan bahwa serangkaian aktivitas gempa yang terpantau selama sepekan penuh itu bersumber dari dua faktor geologis utama yang secara alamiah memang melingkupi kawasan Sumatera.
Baca Juga: Bank Nagari Klarifikasi Temuan BPK: Tegaskan Operasional Sesuai Ketentuan Perbankan
"Gempabumi yang terjadi di wilayah PGR VI pada periode ini disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi dan aktivitas sesar Sumatera. Meski tidak ada yang dirasakan oleh masyarakat, pemantauan tetap kami lakukan secara berkelanjutan," ujar Suaidi Ahadi, Jumat (5/6/2026).
Dari total 17 gempa yang tercatat, distribusi berdasarkan magnitudo menunjukkan dominasi kejadian berkekuatan kecil.
Sebanyak 10 gempa memiliki magnitudo di bawah 3 (M<3), sedangkan 7 gempa lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5 (3<M<5). Tidak satu pun gempa pada periode tersebut melampaui magnitudo 5 (M>5). Magnitudo terbesar yang tercatat mencapai 3,7, sementara yang terkecil berada di angka 1,6.
Klasifikasi berdasarkan kedalaman turut memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai karakter seismik kawasan ini.
Sebanyak 13 dari 17 gempa terjadi pada kedalaman dangkal, yakni kurang dari 60 kilometer. Empat gempa sisanya berlangsung pada kedalaman menengah, antara 60 hingga 300 kilometer. Kedalaman maksimum yang tercatat pada periode ini adalah 170 kilometer, sedangkan kedalaman paling dangkal hanya 1 kilometer dari permukaan bumi.
Secara tektonik, wilayah PGR VI memang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan seismik yang tinggi.
Baca Juga: Program Padat Karya Tanahdatar Dimulai, Rp700 Juta untuk 7 Nagari Terdampak Bencana
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang mengimbau masyarakat di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal-kanal komunikasi resmi BMKG.
Pembaruan data aktivitas gempa bumi dipublikasikan secara berkala guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipercaya.
Informasi lebih lanjut mengenai aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat dapat diakses melalui akun resmi BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang. (cc1)
Editor : Adetio Purtama