PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang 4 meter Mentawai yang diprakirakan terjadi pada 6 hingga 9 Juni 2026.
Kondisi tersebut berpotensi muncul di perairan Timur Pagai dan Barat Pagai sehingga masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan tinggi gelombang di dua wilayah tersebut dapat mencapai 4 meter dalam tiga hari ke depan.
Menurutnya, seluruh pengguna jasa maritim perlu memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.
"Kondisi gelombang di perairan Timur Pagai dan Barat Pagai berpotensi mencapai 4,0 meter dalam tiga hari ke depan. Kami mengimbau seluruh pengguna jasa maritim untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di laut," ujar Sahat, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: KAI Divre II Sumbar Pangkas 10.000 Ton Emisi Karbon, Angkut 2,89 Juta Penumpang
BMKG Prediksi Hujan Petir dan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Sumbar
Selain wilayah Kepulauan Mentawai, BMKG juga memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di perairan Agam dan Pasaman Barat.
Sementara hujan ringan diperkirakan melanda perairan Padang, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Barat Siberut, Barat Sipora, hingga Barat Pagai.
Pada periode awal prakiraan, angin bertiup dari arah Tenggara dan Timur Laut dengan kecepatan 2 hingga 10 knot.
Kondisi tersebut memicu gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Padang–Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Barat Siberut, dan Barat Sipora.
Baca Juga: Periska PTBA Dorong UMKM Naik Kelas, Tinjau Langsung Delapan Usaha Binaan Strategis
Memasuki periode berikutnya, kecepatan angin meningkat menjadi 3 hingga 10 knot dari arah Timur Laut dan Timur.
Gelombang setinggi 2,5 meter diperkirakan meluas hingga perairan Agam dan Pasaman Barat, sedangkan Timur Pagai dan Barat Pagai masih berpotensi mengalami gelombang tertinggi hingga 4 meter.
Pasang Surut Laut Juga Perlu Diwaspadai
BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis prakiraan pasang surut air laut untuk Sabtu, 6 Juni 2026. Air laut diperkirakan mengalami pasang pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan kembali naik pada pukul 21.00 hingga 24.00 WIB.
Sementara itu, kondisi surut diprediksi berlangsung pada pukul 02.00 hingga 04.00 WIB dan kembali terjadi pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Baca Juga: BMKG Catat 17 Kali Gempa Bumi di Wilayah PGR VI Selama 29 Mei–4 Juni 2026
Informasi tersebut penting bagi nelayan tradisional, operator kapal feri, dan masyarakat pesisir yang menggantungkan aktivitas pada kondisi permukaan laut.
Pada periode terakhir prakiraan, kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat diprediksi mulai membaik dengan dominasi cuaca berawan hingga hujan ringan.
Namun, gelombang laut masih berpotensi mencapai 2,5 meter dan mencakup hampir seluruh wilayah perairan Sumbar.
BMKG mengingatkan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diminta selalu memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG sebelum berlayar agar risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.(*)
Editor : Hendra Efison