DHARMASRAYA, PADEK.JAWAPOS.COM – Harga TBS Dharmasraya pada Selasa (9/6/2026) mencapai Rp3.855 per kilogram untuk harga tertinggi yang diterima petani. Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat selisih harga antar pabrik kelapa sawit (PKS) mencapai Rp605 per kilogram, angka yang berpotensi memengaruhi pendapatan petani hingga jutaan rupiah dalam satu kali penjualan.
Data yang dirilis Dinas Pertanian menunjukkan PT AWB menjadi PKS dengan harga pembelian tertinggi sebesar Rp3.855 per kilogram di tingkat kebun. Sementara itu, PT DSL mencatat harga terendah sebesar Rp3.250 per kilogram.
Rata-rata harga TBS yang diterima petani pada hari yang sama berada di angka Rp3.384,7 per kilogram. Seluruh delapan PKS yang beroperasi di Kabupaten Dharmasraya ikut menyampaikan laporan harga harian kepada pemerintah daerah.
Perbedaan harga yang cukup lebar tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pendapatan petani secara langsung. Dengan asumsi penjualan 10 ton TBS, selisih harga Rp605 per kilogram dapat menghasilkan perbedaan pendapatan hingga Rp6,05 juta antara satu PKS dan PKS lainnya.
Harga TBS Dharmasraya Jadi Acuan Penjualan Petani
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati mengatakan informasi harga harian sengaja dipublikasikan untuk membantu petani memperoleh gambaran pasar yang lebih jelas.
Menurutnya, keterbukaan informasi harga memungkinkan petani menentukan lokasi penjualan yang paling menguntungkan sesuai kondisi dan biaya transportasi yang mereka keluarkan.
Selain itu, publikasi harga secara rutin juga bertujuan meningkatkan transparansi perdagangan TBS di tingkat daerah. Petani dapat membandingkan harga yang ditawarkan masing-masing PKS sebelum memutuskan menjual hasil panennya.
“Informasi ini diharapkan menjadi referensi bagi petani dalam menentukan pilihan pemasaran hasil panen serta meningkatkan transparansi informasi harga di tingkat daerah,” ujar Lasmiyati.
Seluruh PKS Sampaikan Laporan Harga
Dinas Pertanian mencatat seluruh PKS yang beroperasi di Kabupaten Dharmasraya menyampaikan laporan harga pada hari yang sama. Tingkat kepatuhan tersebut membantu pemerintah menyajikan data yang lebih akurat kepada masyarakat.
Kemudian, data yang terkumpul menjadi dasar dalam pemantauan perkembangan harga sawit di tingkat daerah. Pemerintah daerah menilai akses informasi yang cepat dan terbuka dapat memperkuat posisi tawar petani dalam transaksi penjualan TBS.
Sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang ekonomi utama masyarakat Dharmasraya. Karena itu, perubahan harga harian selalu menjadi perhatian petani karena berdampak langsung terhadap pendapatan keluarga.
Sementara itu, Dinas Pertanian memastikan publikasi harga TBS akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung kesejahteraan petani melalui penyediaan informasi pasar yang cepat, akurat, dan mudah diakses.(*)
Editor : Hendra Efison